Disparbud Trenggalek Nilai Hutan Kota Layak Jadi Wisata Edukasi Lingkungan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tony Widianto, Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek.

Tony Widianto, Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek.

RagamWarta.com – Disparbud Trenggalek menilai Hutan Kota Trenggalek memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi lingkungan.

Penilaian tersebut didasarkan pada hasil pemasangan kamera trap oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur yang menunjukkan ekosistem kawasan tersebut masih terjaga dengan baik dan memiliki keanekaragaman hayati cukup tinggi.

Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Tony Widianto mengatakan hasil inventarisasi keanekaragaman hayati yang dilakukan BKSDA menjadi kabar menggembirakan bagi pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, selama ini Disparbud Trenggalek memang mendorong pemanfaatan hutan kota sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

“Ini merupakan hal yang menggembirakan bagi kami, karena selama ini kami ingin mengolah hutan kota sebagai sarana edukasi lingkungan. Ternyata hal itu didukung dengan data dari hasil kegiatan teman-teman BKSDA dalam rangka survei atau inventarisasi keanekaragaman hayati yang ada di Trenggalek,” kata Tony.

Hasil kamera trap tersebut, lanjut Tony, menunjukkan bahwa kawasan Hutan Kota Trenggalek memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, terutama dari sisi satwa.

Kondisi ini dinilai mampu menjadi daya tarik tambahan bagi pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.

“Lokasi ini, menurut teman-teman BKSDA dan tim, memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, terutama dari sisi satwa. Hal ini tentu bisa menambah daya tarik wisata sekaligus menambah produk edukasi lingkungan bagi masyarakat, utamanya bagi para siswa,” ujarnya.

Disparbud Trenggalek Dorong Kolaborasi dan Konservasi Satwa

Tony juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan konsep wisata edukasi lingkungan di kawasan hutan kota.

Salah satunya dengan menggandeng pemangku kepentingan terkait agar pengelolaan wisata tetap sejalan dengan upaya konservasi.

“Karena itu, kami mengajak teman-teman PKSDH untuk berkolaborasi dengan kami dalam rangka mengembangkan wisata edukasi lingkungan di hutan kota ini,” imbuhnya.

Dari sisi konservasi satwa liar, Tony menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Hutan Kota Trenggalek.

Menurutnya, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang.

“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di hutan kota, khususnya di Trenggalek pada umumnya, agar anugerah ini bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” ucapnya.

Tony juga menilai Hutan Kota Trenggalek memiliki keunikan dibandingkan hutan kota di daerah lain. Jika hutan kota di wilayah lain umumnya merupakan kawasan buatan, Hutan Kota Trenggalek sejak awal merupakan hutan alami yang kemudian dikembangkan dengan penambahan jenis tanaman.

“Hutan kota ini sejak awal memang sudah berupa hutan alami. Kita hanya menambah jenis tanaman, kemudian seiring waktu tutupan hutannya menjadi semakin rapat dan akhirnya menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa,” jelasnya.

Dengan keragaman jenis tanaman yang ada, Tony menyebut hal tersebut berdampak langsung pada tingginya keanekaragaman hayati jenis lain di kawasan tersebut.

Kondisi ini menjadi modal penting untuk mengembangkan wisata edukasi lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Trenggalek.

Berita Terkait

Anggaran Pinjaman Trenggalek Masih Muncul di APBD 2027, Begini Penjelasannya
Pemkab Trenggalek Ikut Peringati Hari Jadi Jatim ke-81, Ini Pesan Pj Sekda
Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya
Pemkab Trenggalek Siapkan Anggaran Jalan Panggul Rp3,5 M, Tiga Ruas Jadi Prioritas
Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes
Dispora Trenggalek Siapkan Gebrakan Olahraga 2026, Bidik Bibit Atlet Potensial
Jalan Krandekan-Gandusari Segera Diperbaiki, Disediakan Anggaran Rp10 Miliar
Perda Pilkades Trenggalek 2027 Masih Tunggu Fasilitasi Pemprov Jatim

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Anggaran Pinjaman Trenggalek Masih Muncul di APBD 2027, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pemkab Trenggalek Ikut Peringati Hari Jadi Jatim ke-81, Ini Pesan Pj Sekda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya

Rabu, 30 September 2026 - 08:06 WIB

Pemkab Trenggalek Siapkan Anggaran Jalan Panggul Rp3,5 M, Tiga Ruas Jadi Prioritas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:36 WIB

Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes

Berita Terbaru