RAGAMWARTA – Nampaknya masyarakat Kabupaten Trenggalek harus bersahabat dengan situasi kelangkaan minyak goreng dipasaran. Pasalnya diperkirakan kondisi seperti ini akan bertahan hingga usai lebaran nanti.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemilik toko Grosir di Trenggalek yang bernama Dwi ini. Menurut penuturannya diperkirakan kondisi seperti ini akan bertahan hingga bulan Juli.
Baca juga : Tipu Warga Trenggalek Lewat Marketplace Facebook, Dua Tersangka Asal Sidrap Diamankan Polisi
Tentu kondisi seperti ini sangat meresahkan masyarakat terutama bagi ibu-ibu ataupun pedagang. Menurut Dwi, langkanya minyak goreng dipasaran diakibatkan minimnya pasokan dari distributor maupun pabriknya sendiri.
Bahkan seperti minyak curah yang biasanya per minggu itu dapat kiriman 4 tangki, kini hanya 1 tangki. Sementara untuk minyak kemasan yang biasanya dikirim 1000 box per hari, saat ini hanya dapat jatah 500 box, itupun tidak setiap hari bisa dikirim.
Baca juga : Rutan Trenggalek Wadahi Kreativitas Narapidana Lewat Lukisan
Untuk menanggulangi banyaknya antrean warga yang ingin membeli minyak goreng, pemilik toko berinisiatif untuk gunakan sistem pembatasan. Yakni untuk minyak curah gunakan Kartu Keluarga, sementara minyak kemasan gunakan metode celup tinta. Hal ini terpaksa dilakukan agar masyarakat yang sudah mendapat minyak goreng tidak antre lagi.






