Trenggalek, RagamWarta – Pemberian subsidi bahan pokok diharapkan tidak lebih dari 40 %. Sejumlah 64 Juta yang terbagi menjadi 400 paket sembako disalurkan ke warga miskin Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Fokus perhatian yang diutamakan adalah warga yang bergerak pada sektor produksi.
“Untuk Desa Sukorejo kami telah menyiapkan 400 paket sembako seharga Rp. 160 ribu yang kami jual sebesar Rp. 99.500,” terang Agus Plt asisten 2, (Selasa, 6/12/2022)
Tercatat angka inflasi yang ada di Kabupaten Trenggalek hampir setara dengan nasional. Yaitu sejumlah 5 koma dalam deret kejadian. Harapannya akan menurun hingga mencapai angka 4 koma.
Upaya prioritas pada sektor produksi dimaksudkan untuk memutus secara radikal. Kemudian menyasar pada sektor distribusi yang notabene memiliki komoditi. Hal itu dilakukan dengan maksud menjaga kestabilan harga pasar. Untuk seterusnya mempersiapkan langkah menengah selanjutnya.
Diantara langkah yang tengah dipersiapkan adalah penyiapan lapangan kerja. Selain itu padat karya proyek fisik yang juga tengah berlangsung di kecamatan Bendungan. Semua itu terangkai dalam upaya perlindungan sosial pemkab Trenggalek.
“Masyarakat miskin termasuk dalam prioritas demi menjaga agar harga kebutuhan pokok tidak naik. Selain itu juga untuk fasilitas kesamaan hak mendapatkan harga murah. Walau kenyataanya mereka sudah mendapatkan bantuan melalui BPNT dan PKH tentu sasarannya menjadi miskin serta memiliki kecenderungan produksi,” tegas Nur Arifin Bupati Trenggalek.
Hasil perolehan sampel data sebelumnya menyatakan harga telur di pasar mencapai harga 30 ribu. Pemkab Trenggalek menurunkannya hingga menjadi 20 ribu. Secara totalitas harga paket sembako secara umum seharga 160 ribu untuk kemudian dijual dengan harga 99,5 ribu.






