Dinas Kesehatan Trenggalek Sebut Meninggalnya Bayi Usai Imunisasi Merupakan Ko-insiden

Selasa, 28 Maret 2023 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sunarto saat ditemui di kantor

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sunarto saat ditemui di kantor

RAGAM WARTA – Pasca perkara bayi meninggal usai imunisasi mencuat, Dinkes Dalduk KB Trenggalek angkat bicara. Menurut kesimpulan sementara, perkara ini merupakan ko-insiden atau suatu keadaan yang terjadi secara bersamaan dan kebetulan.

Hal tersebut sesuai yang diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sunarto. Menurutnya, penyebab kematian bayi asal Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan tersebut bukan karena imunisasi.

“Sementara ini kami simpulkan perkara ini merupakan sebuah koinsiden. Hal ini kita peroleh dari munculnya beberapa indikator yang didapat tim kami,” tegas Sunarto, Selasa (28/3/2023).

Walaupun demikian, pihaknya menjelaskan bahwa perkara ini sudah ditangani oleh Komite Daerah KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Nantinya hasil finalnya akan di jabarkan tatkala proses sudah dilalui semuanya.

“Tentu kesimpulan terakhir merupakan hasil dari investigasi yang dilakukan forum daerah KIPI. Nanti rekomendasi dari forum KIPI yang akan kita tindak lanjuti. Namun hasil sementara masih mengarah ke koinsiden,” ujarnya.

Sunarto juga mengklaim bahwa vaksin yang diberikan sudah memenuhi standar dan prosedur yang sesuai. Mulai dari distribusi vaksin hingga prosedur imunisasi.

“Vaksin kami pastikan terjaga dengan baik. Pasalnya kalau ada masalah, hal tersebut juga akan memunculkan masalah pada yang lainnya,” terang mantan direktur RSUD Dr Soedomo Trenggalek ini.

Jadi selain menjaga mutu kualitas vaksin, Dinkes Dalduk KB Trenggalek juga paparkan beberapa prosedur sebelum pemberian imunisasi. Seperti prosedur screening dan pengetahuan pada orang tua anak.

“Jadi tatkala orang tua dan anaknya datang untuk imunisasi mereka sudah yakin bahwa anaknya sudah sehat. Itupun tidak membuat kita langsung percaya, tetap kita lakukan screening awal. Setelah itu kita beri edukasi tentang manfaat dan resikonya juga,” papar Sunarto.

Terakhir, pihaknya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Sunarto khawatir jika perkara ini tidak segera selesai bisa menggangu proses imunisasi di Trenggalek.

“Jangan sampai perkara ko-insiden nanti akan menggangu proses imunisasi yang ada di Trenggalek,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya
Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung
Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara
Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara
Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain
Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste
Pembersihan Sedimen Jembatan Ngasinan, Mumpung Cuaca Cerah
Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan, Terapung 4 Jam di Laut Ditemukan Selamat di Teluk Prigi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:04 WIB

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya

Jumat, 24 April 2026 - 16:22 WIB

Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung

Kamis, 23 April 2026 - 19:08 WIB

Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara

Selasa, 14 April 2026 - 18:06 WIB

Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain

Berita Terbaru