Budaya Manusia bersinggungan dengan Budaya Artificial Inteligent (AI)

Rabu, 4 Oktober 2023 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, sumber: Projectwale

Ilustrasi, sumber: Projectwale

RagamWarta.com – Salah satu kata yang merujuk suatu daerah adalah budayanya. Kata ini sering dipakai dalam menggambarkan kearifan lokal yang memiliki karakteristik unik.

Model karakter yang ada mampu memberikan suatu inisial penghuninya tanpa mengenal nama pribadi masing-masing.

Semisal adalah nasi sebagai makanan pokok suku Jawa dengan Papeda dari masyarakat asli Papua. Keduanya telah berbeda dalam memenuhi kebutuhan primer hidup mereka.

Perbedaan itu yang menjadikannya budaya yang berbeda dan inisialnya. Walau kenyataanya di jaman modern masyarakat papua sudah banyak berkurang yang memakannya.

Sebenarnya apa arti budaya itu. Budaya menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah fikiran, akal budi. Salah satu faktor yang mempengaruhi fikiran adalah peginderaan empiris pada suatu lingkungan.

Dulunya penginderaan secara empiris hanya bisa didapatkan secara langsung dalam satu ruangan. Peran awal buku itulah yang dianggap sebagai jendela dunia. Darinya budaya manusia mulai membuka ruang selain yang sedang di dudukinya.

Dengan kehadiran teknologi internet membuat pengamatan tidak harus berada dalam satu ruangan. Sayangnya pengamatan melalui internet menuai topeng yang tidak menunjukkan keasliaannya.

Terlebih dengan adanya teknologi yang dinamakan Artificial Inteligent (AI).

Setiap manusia diajak untuk bersaing secara pikiran (inteligent) dengannya. Jika pikiran adalah buah pemikiran yang bersumber dari pengalaman empiris maka akan terlampau jauh bila dibandingkan dengan AI.

Walau AI adalah sesuatu yang baru namun budayanya sudah mengumpulkan sebagian besar yang ada. Data yang dimiliki internet terlampau jauh dengan yang tersimpan di otak manusia. Hingga pada akhirnya manusia akan mengalami krisis budaya.

Budaya manusia yang dulunya merujuk dalam suatu wilayah telah merambah ke dunia maya. Dunia maya mampu menyatukan seluruh dunia dengan budaya yang berbeda-beda. Namun sayangnya dunia maya tetaplah bukan dunia nyata.

Kebutuhan makan, istirahat, reproduki maupun spiritual tidak serupa untuk dinyatakan di dunia maya. Dan sangat mungkin budaya di dunia maya adalah imajinasi yang tidak bisa diwujudkan pelaku di dunia nyata. Yang kemudian terlahirah budaya pemikiran yang bertopeng sesuai jalan fikiran masing-masing.

Imbasnya kembali pada krisis budaya maupun eksistensial pribadi manusia. Salah satu teknik mengolah pemikiran ialah dengan menggunakan filsafat. Filsafat ialah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.

Dengan berfilsafat manusia dituntut untuk menggali sejauh-jauhnya untuk mendapatkan suatu hakikat. Dalam penggalian itulah yang nantinya akan membatasi ataupun mendasari lahirnya cabang-cabang keilmuan lain.

Dalam berfilsafat juga masih membutuhkan peran budi yang notabene bersumber dari bathin (jiwa). Sebagaimana batin yang memiliki kecenderungan untuk berfikir sebagaimana akal. Pemikiran budi lebih bersifat maya dan mengundang emosional atau kejiwaan seseorang.

Keadaan itulah yang tidak pernah dimiliki oleh AI sedangkan dalam budaya manusia dikenal dengan istilah tasawuf.

Orang-orang yang menjalankan tasawuf biasa dikenal dengan sufi. Sebagaimana peran keilmuannya ialah untuk membersihkan hati yang cenderung masih memiliki penyakit hati.

Ketua Umum Majelis Sufi Dunia Habib Luthfi bin Yahya menyatakan bahwa tasawuf adalah pembersih hati seperti halnya wudhu dan mandi yang membersihkan fisik.

Tasawuf membersihkan hati dari penyakit hati seperti hasud, takabbur, dengki, dan penyakit senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang.

“Mungkin senang kalau melihat negara ini pecah belah, rakyat tidak akur, ramai, dan gembira sekali. Ini penyakit-penyakit hati yang sangat mengerikan,” tegasnya saat penutupan World Sufi Assembly Conference 2023 atau Muktamar Sufi Internasional di Pekalongan, Kamis (31/8/2023).

Peran sufi ini yang dirasa menunjukkan hakikat budaya manusia dibandingkan dengan AI. Budaya manusia yang memperindah akal budi ini hanya bisa didapatkan orang-orang yang sadar. Kesadaran menjadi manusia sebagaimana adanya manusia.

Walau hingga kini peran manusia yang sebenarnya manusia belum menuai kesepakatan bersama. Sedang AI masih bisa dibaca karena kelahirannya yang masih baru. Seperti perannya yang berfikir berdasarkan data yang pernah dimasukkan sebelumnya.

Setidaknya manusia lebih panjang sejarahnya daripada AI. Hingga krisis eksistensi manusia juga sangat jauh untuk bisa dipertanggungjawabkan. Lalu keyakinan atas suatu hal dengan berat emosional yang memperkuatnya menjadi budaya manusia.

Berita Terkait

Objek Diduga Cagar Budaya di Trenggalek Berinskripsi 1168 M Ditemukan Tak Sengaja Saat CFD
Tak Hanya Doa Bersama, Megengan di Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah Diisi Lomba Anak
Longkangan di Teluk Sumbreng Tambah Deretan Warisan Budaya Takbenda Asal Trenggalek
Pameran Jaranan Meriahkan Festival Jaranan Trenggalek 2025
Kirab Pusaka Trenggalek, Mas Ipin Jalan Kaki 3,5 Km Sambil Bagikan Sedekah
Mas Ipin Pimpin Jamasan Pusaka, Ritual Sakral Jelang Hari Jadi Trenggalek
Metri Bumi, Cara Bupati Trenggalek Lestarikan Adat dan Jaga Sumber Air
Belajar dari Perkara Arca Durga Kamulan, Disparbud Berharap Segera ada Museum di Trenggalek

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:08 WIB

Objek Diduga Cagar Budaya di Trenggalek Berinskripsi 1168 M Ditemukan Tak Sengaja Saat CFD

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:03 WIB

Tak Hanya Doa Bersama, Megengan di Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah Diisi Lomba Anak

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:06 WIB

Longkangan di Teluk Sumbreng Tambah Deretan Warisan Budaya Takbenda Asal Trenggalek

Senin, 29 September 2025 - 10:08 WIB

Pameran Jaranan Meriahkan Festival Jaranan Trenggalek 2025

Minggu, 31 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Kirab Pusaka Trenggalek, Mas Ipin Jalan Kaki 3,5 Km Sambil Bagikan Sedekah

Berita Terbaru