RagamWarta.com – Masuki Bulan Mei, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Trenggalek menggelar rapat bersama. Kali ini agenda prioritasnya yakni pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Pajang Daerah (RPJPD).
“Dalam rapat kali ini, yang paling urgent adalah agenda tentang rapat untuk proses pembahasan RPJPD Bupati,” ucap Agus Cahyono selaku Wakil Ketua DPRD Trenggalek usai memimpin rapat, Kamis (2/5/2024).
Dijelaskan Agus, Banmus bulan Mei ini lebih berfokus pada mengagendakan penyampaian nota oleh Bupati atas RPJPD, dan selanjutnya pandangan fraksi hingga pembentukan pansus.
“Nanti akan lebih detail tetap berbasis pansus, karena itu nota yang paling krusial. Untuk kegiatan lain seperti kunjungan dalam daerah selalu di agendakan, dimana setiap ada waktu luang saja,” ucapnya.
Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera ini juga menjelaskan bahwa di bulan Mei ini dijadwalkan lebih fleksibel. Pasalnya tiga alat kelengkapan dewan mengikuti bimbingan teknis yang dilakukan oleh partai politik.
“Untuk rapat komisi kita fleksibel dengan mengasih ruang jadwal. Pasalnya di bulan ini tidak ada rapat komisi karena ada tiga fraksi yang mengikuti Bimtek,” ucap Agus.
Dalam kesempatan ini, Agus juga menegaskan bahwa nota pengantar Bupati bukan hanya sebagai dokumen rencana, melainkan sebagai instrumen strategis yang secara efektif mendukung visi pembangunan jangka panjang daerah.
Mengarahkan pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan visi dan arah pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan, memperhatikan pertumbuhan ekonomi, ketimpangan sosial, dan pelestarian lingkungan.
“Mengintegrasikan perencanaan jangka panjang di Kabupaten Trenggalek konsisten dengan rencana pembangunan jangka panjang nasional,” ungkapnya.
Ditambahkan Agus, upaya ini juga untuk memperkuat partisipasi stakeholder melalui pelibatan aktif partisipasi masyarakat, sektor swasta, dan pihak terkait lainnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
“Nantinya semua sektor yang ada di Trenggalek kita harapkan bisa ikut aktif dalam perancangan RPJPD. Karena hasilnya akan dijadikan patokan kerangka pembangunan Trenggalek untuk periode 20 mendatang,” pungkasnya.






