Kontroversi Konser DJ di Pasar Rakyat Trenggalek Harus Jadi Pelajaran

Selasa, 31 Desember 2024 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perform Dj Ghea yang menyulut kontroversi netizen Trenggalek. (Screen Shot YouTube Ngetal Channel)

Perform Dj Ghea yang menyulut kontroversi netizen Trenggalek. (Screen Shot YouTube Ngetal Channel)

RagamWarta.com – Gelaran Pasar Rakyat Trenggalek 2024 di Alun-alun menjadi sorotan setelah penampilan DJ dan dancer pada Sabtu (28/12/2024) menuai kritik dari netizen media sosial.

Acara yang bertujuan memeriahkan libur akhir tahun ini memicu perdebatan terkait relevansi hiburan modern dengan norma budaya lokal yang hingga dewasa ini masih diilhami masyarakat Trenggalek.

Video penampilan DJ dengan pakaian yang dianggap kurang sesuai dengan norma masyarakat Trenggalek beredar luas di media sosial, memancing komentar pedas dari netizen.

Kritikan ini juga mendapat perhatian serius dari DPRD Trenggalek, yang menilai perlu adanya kebijakan lebih selektif dalam memilih hiburan di ruang publik.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menilai bahwa hiburan seperti konser DJ tidak sepenuhnya salah, tetapi harus disesuaikan dengan karakter budaya setempat.

“Kita memiliki banyak penggiat seni lokal yang potensial. Mereka bisa menjadi prioritas untuk tampil, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” ungkapnya.

Pendapat serupa juga muncul dari masyarakat yang berharap pemerintah lebih memperhatikan sensitivitas norma lokal, terutama jika acara digelar di tempat terbuka seperti alun-alun yang banyak dikunjungi anak-anak.

Lellyana Arine Kamiswari, Direktur Event Organizer One Rich Vision, sebagai pihak penyelenggara telah meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat dan Pemkab Trenggalek.

Ia mengakui adanya kekurangan dalam pengawasan dan berjanji akan lebih selektif di masa depan.

“Kami menerima semua kritik ini sebagai evaluasi. Ke depan, kami akan lebih memahami karakter budaya lokal untuk menciptakan hiburan yang sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Lelly.

Lelly juga menegaskan bahwa pertunjukan disc jockey, yang menampilkan Dj Ghea tersebut murni inisiatif Event Organizer dan tidak melibatkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Fenomena ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, baik penyelenggara acara maupun pemerintah daerah, untuk menciptakan sinergi antara hiburan modern dan nilai-nilai budaya lokal.

Hiburan yang diselenggarakan di ruang publik harus mempertimbangkan sensitivitas masyarakat tanpa mengurangi esensi kreativitas.

 

Berita Terkait

Jembatan Merah Putih Presisi di Pule Resmi Dibuka, Pangkas Jarak Tempuh Warga 4 Kilometer
Sapi Kurban Presiden Prabowo di Trenggalek Jalani Pemeriksaan Ketat Jelang Iduladha
Pengamanan Libur Idul Adha di Trenggalek Mulai Disiapkan, Satlantas Terjunkan 40 Personel
Bupati Trenggalek Dapat Penghargaan dari Pangdam V Brawijaya saat Penutupan TMMD ke-128
Dokter THT Trenggalek Naik Haji, RSUD Datangkan Tenaga dari Kediri
Disorot GMNI Soal Kekerasan Anak, Disdik Trenggalek Bentuk Pokja Sekolah Aman
Tiga Calon Jamaah Haji Trenggalek Diganti Kuota Cadangan
GMNI Trenggalek Soroti Masalah Pendidikan saat Aksi Hardiknas di Depan Kantor Dewan

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:17 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi di Pule Resmi Dibuka, Pangkas Jarak Tempuh Warga 4 Kilometer

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:15 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo di Trenggalek Jalani Pemeriksaan Ketat Jelang Iduladha

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:01 WIB

Bupati Trenggalek Dapat Penghargaan dari Pangdam V Brawijaya saat Penutupan TMMD ke-128

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:02 WIB

Dokter THT Trenggalek Naik Haji, RSUD Datangkan Tenaga dari Kediri

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:06 WIB

Disorot GMNI Soal Kekerasan Anak, Disdik Trenggalek Bentuk Pokja Sekolah Aman

Berita Terbaru