Komisi II DPRD Trenggalek Minta Pembebasan Lahan JLS Ditunda, Alihkan Anggaran untuk Penanganan Bencana

Selasa, 17 Juni 2025 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat kerja antara Komisi II DPRD Trenggalek dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).

Rapat kerja antara Komisi II DPRD Trenggalek dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).

RagamWarta.com – Di tengah kondisi keuangan daerah yang cukup terbatas, Pemerintah Kabupaten Trenggalek kini tengah menghadapi dilema serius.

Bagaimana tidak, pembebasan lahan Jalur Lintas Selatan (JLS) senilai Rp20 miliar yang sudah direncanakan jauh hari terancam batal. Hal ini dikarenakan banyaknya fasilitas umum yang harus dibenahi pasca bencana alam beberapa kemarin.

Permintaan tersebut datang dari Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto. Ia meminta agar program pembebasan lahan JLS ditangguhkan dan anggaran difokuskan pada kebutuhan mendesak pascabencana.

Permintaan ini dilontarkan Mugianto usai rapat bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini membutuhkan efisiensi dan pemangkasan belanja strategis.

“Trenggalek tahun ini direncanakan melakukan pembebasan lahan JLS kurang lebih Rp20 miliar. Kami minta itu ditangguhkan dulu karena kemampuan keuangan kita terbatas,” ujarnya, Selasa (17/6/2025).

Menurut Mugianto, anggaran sebesar itu lebih tepat dialokasikan untuk penanganan bencana, khususnya di wilayah-wilayah terdampak seperti Kecamatan Munjungan dan Panggul.

Opsi itu jadi pertimbangan karena dinilai kebutuhan akan recovery infrastruktur dan pemulihan kehidupan warga jauh lebih mendesak.

“Dana itu bisa kita alihkan ke hal-hal yang membantu penyelesaian masalah bencana alam, misalnya untuk recovery daerah yang terdampak,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah membantu di beberapa titik terdampak, termasuk pembangunan sodetan sungai dan jembatan.

“Provinsi sudah turun membantu di beberapa titik. Maka kami berharap APBD Trenggalek juga difokuskan dulu untuk penanganan bencana. Itu lebih prioritas, terutama infrastruktur,” tegasnya.

Polemik antara pembangunan jangka panjang seperti JLS dan penanganan kebutuhan darurat ini mencerminkan tantangan nyata dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Di satu sisi, JLS diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi selatan. Namun di sisi lain, bencana alam yang terus melanda menuntut respons cepat dan konkret.

Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah: mendengarkan suara DPRD dan masyarakat terdampak, atau tetap melanjutkan program strategis jangka panjang di tengah krisis anggaran.

Berita Terkait

PAW DPRD Trenggalek, Komarudin Resmi Dilantik Gantikan Nur Efendi
Panjangnya Antrean Apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek Jadi Sorotan Komisi IV
Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR
Dokter Spesialis Jantung Trenggalek Tangani 200 Pasien, DPRD Dorong Penambahan SDM
Resmi Pimpin KONI Trenggalek, Doding Rahmadi Langsung Rombak Sistem Pembinaan
Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin
Gertak Trenggalek Dipuji Kemensos, Dinilai Efektif Dukung Pemutakhiran Data Bansos
Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:01 WIB

PAW DPRD Trenggalek, Komarudin Resmi Dilantik Gantikan Nur Efendi

Senin, 25 Mei 2026 - 19:01 WIB

Panjangnya Antrean Apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek Jadi Sorotan Komisi IV

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:04 WIB

Dokter Spesialis Jantung Trenggalek Tangani 200 Pasien, DPRD Dorong Penambahan SDM

Kamis, 23 April 2026 - 16:10 WIB

Resmi Pimpin KONI Trenggalek, Doding Rahmadi Langsung Rombak Sistem Pembinaan

Rabu, 1 April 2026 - 17:05 WIB

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin

Berita Terbaru