Predikat Juru Kunci Jadi Catatan Kelam KONI Trenggalek di Porprov Jatim 2025

Rabu, 9 Juli 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Zaidane Alfarizi, atlet esports Trenggalek sumbang medali di Porprov Jatim IX tanpa dukungan KONI.

Muhammad Zaidane Alfarizi, atlet esports Trenggalek sumbang medali di Porprov Jatim IX tanpa dukungan KONI.

RagamWarta.com – Predikat juru kunci menjadi catatan kelam KONI Trenggalek di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur atau Porprov Jatim IX/2025.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan, Trenggalek harus puas di peringkat ke-38 klasemen akhir, dengan raihan hanya 3 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu.

Menyikapi hal tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan strategi pengiriman atlet yang telah dijalankan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan segera duduk bersama untuk melakukan evaluasi total. Hasil ini harus dijadikan bahan pembelajaran. Pembinaan atlet selama ini memang belum maksimal,” ujar Sekretaris KONI Trenggalek, Hariyanto.

Menurut pria yang akrab disapa Sutras ini buruknya hasil kontingen Trenggalek tak sekadar soal jumlah medali, melainkan mencerminkan lemahnya manajemen dalam merancang target serta pemilihan cabang olahraga.

“Kita tidak ingin saling menyalahkan, tapi faktanya memang kami kurang tepat dalam menentukan cabor yang layak diberangkatkan. Ke depan, kami akan fokus pada cabor unggulan yang benar-benar punya potensi raih medali,” jelasnya.

Dari sekitar 20 cabor yang diikuti, hanya separuh yang dinilai realistis bersaing di level Porprov. Karena itu, ke depan KONI akan menerapkan sistem seleksi yang lebih ketat dan berbasis prestasi, tanpa mengabaikan pembinaan jangka panjang.

“Porprov adalah ajang prestasi. Jadi, strategi kami ke depan akan lebih selektif dalam pengiriman kontingen. Namun, cabor lain tetap diberi ruang melalui event tingkat kabupaten atau regional,” imbuhnya.

Sutras juga menyebut bahwa hasil Rakerda KONI sebelumnya sebenarnya telah merekomendasikan agar pengiriman atlet dilakukan secara proporsional. Namun, aspirasi dari berbagai cabor membuat alokasi tetap diberikan secara terbatas.

Ia menegaskan, evaluasi yang akan dilakukan mencakup seluruh aspek, mulai efektivitas program latihan, dukungan anggaran, hingga kinerja pengurus cabor.

Terakhir, pihaknya berharap momentum buruk ini menjadi titik balik bagi dunia olahraga di Kabupaten Trenggalek.

“KONI harus berani berubah. Kalau pola pembinaan dan seleksi tidak diperbaiki, mustahil posisi kita bisa naik di masa depan,” tandasnya.

 

Berita Terkait

Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Gelar Juara
Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti
Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya
Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga
Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan
Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi
Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Gelar Juara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan

Berita Terbaru