RagamWarta.com – Predikat juru kunci menjadi catatan kelam KONI Trenggalek di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur atau Porprov Jatim IX/2025.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan, Trenggalek harus puas di peringkat ke-38 klasemen akhir, dengan raihan hanya 3 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu.
Menyikapi hal tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan strategi pengiriman atlet yang telah dijalankan.
“Kami akan segera duduk bersama untuk melakukan evaluasi total. Hasil ini harus dijadikan bahan pembelajaran. Pembinaan atlet selama ini memang belum maksimal,” ujar Sekretaris KONI Trenggalek, Hariyanto.
Menurut pria yang akrab disapa Sutras ini buruknya hasil kontingen Trenggalek tak sekadar soal jumlah medali, melainkan mencerminkan lemahnya manajemen dalam merancang target serta pemilihan cabang olahraga.
“Kita tidak ingin saling menyalahkan, tapi faktanya memang kami kurang tepat dalam menentukan cabor yang layak diberangkatkan. Ke depan, kami akan fokus pada cabor unggulan yang benar-benar punya potensi raih medali,” jelasnya.
Dari sekitar 20 cabor yang diikuti, hanya separuh yang dinilai realistis bersaing di level Porprov. Karena itu, ke depan KONI akan menerapkan sistem seleksi yang lebih ketat dan berbasis prestasi, tanpa mengabaikan pembinaan jangka panjang.
“Porprov adalah ajang prestasi. Jadi, strategi kami ke depan akan lebih selektif dalam pengiriman kontingen. Namun, cabor lain tetap diberi ruang melalui event tingkat kabupaten atau regional,” imbuhnya.
Sutras juga menyebut bahwa hasil Rakerda KONI sebelumnya sebenarnya telah merekomendasikan agar pengiriman atlet dilakukan secara proporsional. Namun, aspirasi dari berbagai cabor membuat alokasi tetap diberikan secara terbatas.
Ia menegaskan, evaluasi yang akan dilakukan mencakup seluruh aspek, mulai efektivitas program latihan, dukungan anggaran, hingga kinerja pengurus cabor.
Terakhir, pihaknya berharap momentum buruk ini menjadi titik balik bagi dunia olahraga di Kabupaten Trenggalek.
“KONI harus berani berubah. Kalau pola pembinaan dan seleksi tidak diperbaiki, mustahil posisi kita bisa naik di masa depan,” tandasnya.






