RagamWarta.com – Satlantas Polres Trenggalek menaruh perhatian serius terhadap keselamatan pelajar di jalan raya. Upaya ini diwujudkan dengan mengerahkan personel untuk menjadi pembina upacara di sejumlah sekolah menengah.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi kepolisian yang menunjukkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas masih didominasi kalangan pelajar.
“Berdasarkan analisa kami, pelajar menjadi kelompok paling rentan terlibat pelanggaran maupun kecelakaan. Karena itu kami merasa perlu turun langsung memberi pemahaman sekaligus membangun kesadaran tertib berlalu lintas,” jelas AKP Sony, Senin (8/9/2025).
Kegiatan tersebut dikemas dalam program “Polantas Menyapa” yang sekaligus menjadi rangkaian menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 pada 22 September 2025 mendatang.
Tak hanya berupa sosialisasi, para siswa juga mendapat hadiah istimewa dari kepolisian, mulai helm berstandar SNI, jas hujan, rompi, hingga rambu penyeberangan untuk sekolah.
Ada dua sekolah yang disambangi kali ini adalah SMK Kesehatan Wijaya Husada dan SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek.
Menurut penuturan AKP Sony, sosialisasi lebih fokus pada sekolah menengah karena kelompok usia ini sedang dalam masa transisi menuju dewasa dan mulai aktif berkendara.
“Mereka adalah generasi masa depan bangsa yang harus kita siapkan sejak dini, termasuk dalam hal kesadaran tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Data Kecelakaan dan Pelanggaran Pelajar
Berdasarkan data Polres Trenggalek yang dirangkum dari berbagai sumber menunjukkan bahwa sepanjang 2024 tercatat 255 kasus kecelakaan lalu lintas melibatkan pelajar dan mahasiswa.
Angka ini memang sedikit menurun dibanding 2023 yang mencatat 259 kasus, namun kelompok usia 16–21 tahun tetap menjadi penyumbang terbesar korban dengan 164 orang.
Dari sisi fatalitas, jumlah kecelakaan di Trenggalek turun dari 624 kasus pada 2023 menjadi 591 kasus pada 2024. Namun ironisnya, korban meninggal justru meningkat dari 48 orang menjadi 59 orang.
Kondisi serupa juga terlihat pada data pelanggaran. Tahun 2024, ada 587 pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh pelajar, naik tajam dibanding 257 pelanggaran pada 2023.
Bahkan dalam Operasi Keselamatan Semeru 2025, pelajar masih mendominasi, dengan 375 kasus tilang dari total pelanggaran.
“Data ini menunjukkan adanya tren yang harus segera diintervensi. Pelajar mulai aktif berkendara tetapi kesadaran tertib lalu lintas masih rendah. Kalau dibiarkan bisa berisiko besar bagi keselamatan generasi muda,” pungkas AKP Sony.






