Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang SPPG Tamanan yang dikelola oleh Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.

Gerbang SPPG Tamanan yang dikelola oleh Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.

RagamWarta.com – Imbas adanya dugaan keracunan, SPPG Tamanan yang dikelola oleh Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah untuk sementara menghentikan operasional.

Penghentian sementara dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diambil dari penerima manfaat maupun SPPG.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI BGN Trenggalek, Shiella Ammanda Yanu Fadilla mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor sekaligus melakukan pendataan terhadap penerima manfaat di kedua sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melakukan koordinasi antarstakeholder, mulai dari Dinas Kesehatan, Polres, Kodim, maupun yang lainnya, terutama Satgas. Kami juga sudah menindaklanjuti ke masing-masing sekolah untuk mengonfirmasi berapa yang terdampak, berapa yang tidak terdampak, serta bagaimana kondisi yang mereka rasakan setelah mengonsumsi makanan,” ujar Shiella, Rabu (12/8/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 421 penerima manfaat di SMPN 1 Trenggalek dan 20 penerima manfaat di SDI Luqman Al Hakim masuk dalam aduan tersebut.

Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium

Selain melakukan pendataan di sekolah, pemeriksaan juga dilakukan terhadap SPPG Tamanan yang menjadi penyedia MBG bagi kedua sekolah tersebut.

Shiella menyebut pengecekan dilakukan bersama Dinas Kesehatan secara langsung di dapur SPPG.

Pemeriksaan mencakup tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses produksi. Dinas Kesehatan juga mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Yang pastinya di dapur kami cek dari penerimaan bahan baku hingga proses produksi seperti apa. Kemudian dari pihak Dinas Kesehatan membawa sampel makanan, baik dari penerima manfaat maupun dari SPPG sendiri, untuk dilakukan pengecekan laboratorium,” jelasnya.

Menurut Shiella, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami penerima manfaat. Dengan pemeriksaan tersebut, dapat diketahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya.

“Secara kebenarannya itu bisa diketahui karena sudah dilakukan pengecekan di laboratorium, apakah berasal dari makanan atau seperti apa,” katanya.

Sembari proses pemeriksaan berjalan, SPPG Tamanan diminta menghentikan kegiatan operasional. Artinya, untuk sementara SPPG tersebut belum diperbolehkan menyalurkan MBG kepada penerima manfaat.

“Pastinya untuk sementara berhenti operasional dulu sambil menunggu hasil lab yang dilakukan, apakah berasal dari makanan atau seperti apa. Untuk sementara SPPG ini belum bisa melayani penerima manfaat,” tegas Shiella.

SPPG Tamanan berada di bawah naungan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah. Dalam operasionalnya, SPPG tersebut melayani 11 sekolah dan satu posyandu dengan total 2.089 penerima manfaat.

Shiella memastikan aduan yang muncul di SMPN 1 Trenggalek dan SDI Luqman Al Hakim tersebut telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sudah, sudah kami langsung laporkan tadi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya
Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga
Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan
Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi
Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha

Berita Terbaru