RagamWarta.com – Cabang olahraga esports berhasil menyumbang medali bagi Kabupaten Trenggalek pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur atau Porprov Jatim IX 2025 yang digelar di Kota Batu.
Prestasi ini diraih Muhammad Zaidane Alfarizi (18), atlet muda asal Kecamatan Karangan, yang berhasil merebut juara 3 di nomor eksebisi EA Sports FC Mobile.
Meski hanya berstatus eksebisi dan belum masuk kontingen resmi, keberhasilan Zaidane menjadi pencapaian penting bagi Kabupaten Trenggalek, terutama ditengah keterbatasan dukungan.
Zaidane turun bertanding tanpa pelatih, tim pendamping, maupun sokongan dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek.
“Sempat ragu karena jauh dan tidak ada dana, tapi akhirnya berangkat juga karena dorongan dari ESI Trenggalek,” ujar Zaidane.
Ini menjadi debut Zaidane di ajang Porprov. Ia mengaku merasakan tekanan besar, terlebih saat memperebutkan posisi ketiga. Tanpa pendampingan teknis seperti yang dimiliki lawannya, ia harus mengandalkan kemampuannya sendiri untuk bersaing.
“Saya merasa sangat deg-degan waktu perebutan juara 3. Kalau kalah, nggak dapat apa-apa. Tapi kalau menang, masih bisa bawa pulang prestasi untuk Trenggalek,” tuturnya.
Di tengah kondisi minim dukungan, Zaidane membuktikan bahwa atlet esports Trenggalek mampu bersaing di level provinsi. Bahkan, ia menjadi satu-satunya penyumbang medali dari cabang esports untuk Trenggalek tahun ini.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Wildan Bisri Mustofa, pendamping atlet sekaligus perwakilan Pengurus Esports Indonesia (ESI) Trenggalek. Ia menyebut bahwa tahun ini Trenggalek mengikuti dua nomor esports, yakni PUBG Mobile dan EA Sports FC Mobile.
“Untuk PUBG kami belum berhasil karena gangguan sinyal di venue. Tapi Alhamdulillah, dari EA Sports FC Mobile kita berhasil bawa pulang juara 3,” ungkap Wildan.
Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa esports memiliki potensi besar sebagai cabang olahraga prestasi di Trenggalek. Ia berharap ke depan pemerintah daerah dan KONI bisa lebih memperhatikan kebutuhan atlet esports.
“Meskipun esports masih eksebisi, tetap perlu ada apresiasi bagi atlet yang sudah berjuang dan membawa nama baik daerah. Ini bukan sekadar permainan, tapi prestasi,” katanya.
Wildan juga menambahkan bahwa Trenggalek memiliki talenta esports yang menjanjikan di nomor-nomor populer lain seperti Mobile Legends dan Free Fire. Namun, keterbatasan anggaran membuat partisipasi masih terbatas.
“Ke depan kami berharap ada dukungan penuh, agar kita bisa kirim atlet di lebih banyak nomor dan benar-benar menyiapkan diri dengan maksimal,” tutupnya.






