Ragamwarta.com – Di ruang kelas yang biasanya dipenuhi riuh tawa anak didik, di sekolah ini kini hanya terdengar suara dua siswa yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Di SDN 2 Parakan hanya dapat 2 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Suasananya nyaris menyerupai les privat, namun kondisi ini tidak membuat metode pembelajaran melunak.
Kepala SDN 2 Parakan Siti Fatimah mengatakan pelaksanaan MPLS di sekolahnya tetap berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Trenggalek.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya diberikan kepada siswa baru, tetapi juga kepada seluruh peserta didik yang totalnya 56 siswa.
“MPLS di SD Negeri 2 Parakan tetap berjalan sesuai arahan. Kami juga mengikuti materi-materi yang harus diberikan kepada anak didik,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Dijelaskan Siti, kegiatan pengenalan tersebut juga diberikan kepada siswa kelas lama sebagai bekal menghadapi pembelajaran pada tahun ajaran baru.
“Untuk MPLS ini tidak hanya berlaku bagi siswa baru kelas 1. Kami juga melakukan pengenalan kepada siswa-siswa lama, mulai kelas 1 sampai kelas 6, terkait pembelajaran-pembelajaran yang akan dilaksanakan ke depannya,” jelasnya.
Dua Siswa di Kelas 1 Tetap Mendapat Layanan yang Sama
Siti Fatimah menyebut, tahun ini sekolahnya hanya menerima dua peserta didik baru. Meski demikian, keduanya tetap mendapatkan hak dan pelayanan pendidikan yang sama.
“Jumlah siswa kelas 1 tahun ini ada dua siswa. Meski jumlahnya sedikit, perlakuannya tetap sama seperti siswa di sekolah yang jumlah muridnya banyak,” katanya.
Kedua siswa berasal dari dua lembaga pendidikan berbeda. Satu siswa merupakan lulusan TK Dharma Wanita 1 Parakan, sedangkan satu siswa lainnya berasal dari RA Parakan.
SDN 2 Parakan Terus Berupaya Menarik Minat Masyarakat
Menanggapi minimnya jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 ini, Siti Fatimah mengaku belum dapat memastikan penyebabnya.
Namun, pihaknya mengklaim bahwa SDN 2 Parakan selama ini sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan berupaya memberikan pelayanan terbaik.
“Selama ini kami tidak pernah berhenti melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di sekitar sini. Mungkin masyarakat sendiri yang lebih mengetahui apa yang menjadi kendala sehingga sekolah-sekolah negeri sekarang ini minim diminati. Saya tidak bisa mengutarakan bagaimana pertimbangan masyarakat,” tuturnya.
Perlu diketahui, Di Desa Parakan sendiri terdapat tiga lembaga pendidikan setingkat sekolah dasar, yakni SDN 1 Parakan, SDN 2 Parakan, serta satu Madrasah Ibtidaiyah (MI).






