RagamWarta.com – Ramainya wacana 5 hari sekolah di Trenggalek untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP menuai keberatan dari seluruh anggota Komisi IV DPRD Trenggalek.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin menilai penguatan pendidikan karakter tidak harus dilakukan dengan mengubah jumlah hari sekolah, melainkan melalui evaluasi manajemen dan model pendidikan di masing-masing sekolah.
“Kalau Dinas Pendidikan merasa belum berhasil pendidikan karakternya, yang dirubah itu jangan urusan 5 hari atau 6 hari. Yang dicek itu manajemen pendidikannya,” ujar Sukarodin usai pimpin rapat kerja, Senin (26/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sukarodin mengingatkan bahwa wacana lima hari sekolah pernah muncul di tingkat nasional. Setelah melalui berbagai kajian, kebijakan tersebut pada akhirnya diurungkan.
Menurut Sukarodin, pengalaman itu perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum wacana serupa diterapkan di Trenggalek.
“Lima hari sekolah ini kan dulu sudah ada gagasan itu secara nasional. Ending-nya dengan berbagai kajian waktu itu pada akhirnya diurungkan dan tidak jadi dilaksanakan. Ini perlu kita jadikan pelajaran,” katanya.
Jadikan Role Model Sekolah yang Penerapan Pendidikan Karakternya Bagus
Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa itu juga memberi saran untuk mencari sekolah yang berhasil menerapkan pendidikan karakter untuk dijadikan contoh bagi sekolah lainnya.
Dinas Pendidikan Trenggalek dapat mempelajari praktik baik dari sekolah-sekolah tersebut, termasuk model kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola pendidikan.
“Dievaluasi, dicek mana sekolah yang berhasil, mana yang enggak. Yang sudah berhasil itu dijadikan model,” ujarnya.
Sukarodin juga menilai setiap kepala sekolah memiliki model kepemimpinan yang berbeda meskipun sama-sama berpedoman pada kurikulum nasional.
Karena itu, pengalaman sekolah yang berhasil perlu dipelajari dan diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan.
“Saya yakin seyakin-yakinnya ini pasti mampu untuk bisa dilalui. Pendidikan karakter berhasil dengan enam hari. Tidak harus lima hari,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Trenggalek Berencana Perluas Kajian
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek, Agus Dwi Karyanto mengatakan bahwa kajian mengenai penerapan lima atau enam hari sekolah masih akan diperluas.
Kajian tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter anak-anak pada jenjang PAUD, SD, dan SMP.
“Untuk penguatan pendidikan karakter nanti opsi yang terbaik apakah lima hari sekolah atau enam hari sekolah. Hari ini Komisi IV tetap merekomendasikan enam hari sekolah, tetap semuanya akan dikaji,” kata Agus.
Berbagai metode kajian akan dilakukan untuk memperoleh bahan yang cukup sebelum menentukan opsi kebijakan. Durasi kajian juga masih akan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Apakah kajian ini enam bulan selesai atau perlu satu tahun, kita tunggu. Semaksimal mungkin kita mempunyai bahan untuk mengambil kebijakan untuk nantinya disodorkan ke pak Bupati,” pungkasnya.






