RagamWarta.com – Dugaan gangguan pengereman menyebabkan kecelakaan Elf yang mengangkut rombongan SMK Islam Durenan terguling di wilayah Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Insiden di Jalan Raya Karangan-Dongko, Desa Puru, Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut mengakibatkan 12 penumpang mengalami luka-luka. Seluruh korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Kendaraan bernomor polisi AG 7922 S itu sebelumnya membawa rombongan guru dan siswa yang baru saja menghadiri takziah di Kecamatan Panggul. Namun, perjalanan kembali menuju Durenan tidak berjalan mulus setelah kendaraan diduga mengalami masalah pada sistem pengereman ketika melewati jalur menurun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sopir Elf, Mahsusodin, warga Desa Malasan, Kecamatan Durenan, mengaku tidak merasakan adanya gangguan kendaraan selama perjalanan menuju Panggul. Kondisi berubah saat rombongan mulai menempuh perjalanan pulang dan melintasi kawasan Desa Puru.
Menurut penuturannya, pedal rem mendadak terasa keras ketika diinjak. Situasi tersebut membuatnya kesulitan mengurangi laju kendaraan hingga akhirnya Elf kehilangan kendali.
“Ketika pedal rem diinjak, rasanya mendadak keras dan kendaraan tidak merespons seperti biasanya. Saya kesulitan mengendalikan laju mobil saat itu,” ungkap Mahsusodin.
Dalam kondisi tersebut, kendaraan sempat bergerak tidak stabil. Elf kemudian oleng ke arah kanan sebelum akhirnya terjatuh ke sisi kiri jalan. Kendaraan berhenti dalam posisi terguling di badan jalan.
Belasan Penumpang Alami Luka-Luka
Akibat kecelakaan tersebut, 12 dari 15 penumpang mengalami luka-luka. Korban berasal dari kalangan guru maupun pelajar dengan rentang usia 17 hingga 50 tahun.
Cedera yang dialami korban bervariasi. Beberapa penumpang mengalami patah tulang pada tangan kiri, sementara lainnya mengalami luka robek di bagian tangan, kaki, maupun telinga. Ada pula korban yang mengalami lecet pada wajah dan anggota tubuh, benturan di kepala, hingga keluhan nyeri pada pinggang dan bahu.
Sejumlah korban juga dilaporkan mengalami pusing setelah insiden tersebut. Meski mengalami berbagai jenis cedera, seluruh penumpang yang terluka masih dalam kondisi sadar ketika mendapatkan pertolongan.
Sementara itu, pengemudi bersama 2 penumpang lainnya tidak mengalami luka. Dengan demikian, total 15 orang yang berada di dalam kendaraan tersebut terdiri dari 12 korban luka, 3 penumpang selamat termasuk sang sopir.
Polisi Periksa Kondisi Kendaraan dan Lokasi Kecelakaan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek, Ipda Miftahul Khoiri, membenarkan kecelakaan tunggal yang melibatkan rombongan sekolah tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, kendaraan diketahui bergerak dari arah barat menuju timur sebelum mengalami kecelakaan saat melewati ruas jalan menurun.
Miftahul menjelaskan, posisi kendaraan sempat berubah arah sebelum akhirnya terguling. Kondisi tersebut menyebabkan para penumpang di dalam Elf mengalami benturan yang mengakibatkan luka-luka.
“Awalnya kendaraan melaju dari barat ke timur. Saat melewati jalan menurun, arahnya berubah ke kanan sebelum akhirnya terjatuh ke sebelah kiri,” terang Miftahul.
Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kondisi yang berpotensi memengaruhi kecelakaan. Dari hasil pengecekan, permukaan jalan di lokasi kejadian diketahui dalam kondisi baik. Tidak ditemukan lubang maupun bagian jalan yang bergelombang.
Cuaca saat peristiwa berlangsung juga terpantau cerah. Arus kendaraan di sekitar lokasi relatif sepi sehingga faktor alam maupun kondisi sarana jalan tidak menjadi faktor yang memengaruhi kecelakaan tersebut.
Sementara itu, hasil pemeriksaan kendaraan menunjukkan Elf masih dinyatakan laik jalan. Pengemudi juga diketahui memiliki kelengkapan surat izin mengemudi berupa SIM A.
Hingga Jumat sore, 12 penumpang yang mengalami luka-luka masih menjalani penanganan medis secara intensif di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.






