Ragam Warta – Beginilah prosesi jamasan pusaka jelang Hari Jadi Trenggalek yang ke 827. Agenda tahunan yang dilakukan sebagai wujud penghormatan pada peninggalan para leluhur terdahulu ini digelar secara sederhana.
Walaupun sederhana, menurut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, kesederhanaan ini tidak akan mengurangi eksistensi dari prosesi jamasan itu sendiri. Pasalnya jamasan atau membersihkan pusaka merupakan serangkaian prosesi adat dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
Baca juga : Bupati Trenggalek Targetkan 12 Ribu Vaksinasi Selama PPKM Darurat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal senada juga di jelaskan oleh Sunyoto selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, upaya menyederhanakan kegiatan merupakan bentuk ketaatan Pemerintah Daerah terhadap peraturan Pemerintah Pusat. Mengingat pandemi Covid-19 masih merajalela di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Kepala Disparbud Trenggalek ini juga menjelaskan beberapa pusaka yang di jamas. Ia menjelaskan totalnya ada 4 pusaka yang di jamas, 2 tombak, 1 Payung, dan satunya Panji Kabupaten Trenggalek.
Baca juga : Mengulas Nilai Filosofis Pada Sebilah Keris
Untuk selanjutnya, pusaka yang sudah dibersihkan atau di jamas ini akan di kirim ke Sendang Kamulan, tepatnya di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Dan selanjutnya pusaka kembali di arak menuju ke Pendapa.







