Bupati Trenggalek Minta Kepala Desa Tekan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting

Rabu, 8 Februari 2023 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAM WARTA – Permasalahan kemiskinan ekstrem diberbagai Daerah, khususnya Kabupaten Trenggalek masih menjadi perhatian Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, saat giat Makaryo Ning Deso, Bahwa terkait pendataan warga miskin harus akurat dan sesuai dengan data yang ada di lapangan.

“Mengentaskan kemiskinan ekstrim seperti pesan Pak Jokowi, saya minta tolong dibantu pendataannya betul – betul dan datanya juga harus betul dan jangan sampai lagi, yang miskin tidak dapat dan yang mampu justru dapat,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambahkan Mas Ipin tahun 2024 amanah dari pak Presiden yang pertama terkait kemiskinan ekstrem. Kemiskinan ekstrim di tahun 2024 Pak Presiden minta menjadi 0%.

“Di Trenggalek sendiri ada sekitar 11.000 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem. Kalau dilihat dari jumlah rumahnya, ada 2500 kepala keluarga yang masuk ke daftar miskin ekstrem,” Imbuhnya.

Menyikapi masalah kemiskinan di wilayah kepemimpinannya, Mas Ipin menyiapkan Paket Kebijakan dan meminta semua Kepala Desa mengenali betul siapa siapa warganya yang masuk dan layak diperhatikan.

“Bupati tidak mau bila nanti intervensi kemiskinan ekstrem bersifat bansos, diminta olehnya bersifat lapangan pekerjaan, seperti disektor pertanian atau perikanan, selain menyiapkan program juga disiapkan off takernya,” tutur Mas Ipin.

Ditambahkan Mas Ipin, selain kemiskinan ekstrim, masalah Stunting juga masih menjadi kajian apa penyebab yang dewasa ini di Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan.

“Data terakhir di Trenggalek ternyata mengalami kenaikan, sesuai timbang mandiri kita ada di angka 8%. Sekarang rilis resmi nya ada di antara 15%. Nah ini yang harus kita cari akar permasalahannya,” ungkapnya.

Menurut Bupati muda Trenggalek ini, untuk mengatasi masalah stunting harus dipersiapkan mulai dari usia produktif. Diantaranya jangan biarkan mereka menikah sebelum usia matang yakni 19 tahun.

“Riset terbaru stanting tidak hanya disebabkan oleh nutrisi atau kesehatan ibu atau anaknya, tetapi juga yang paling penting kasih sayang. Anak yang kurang kasih sayang stimulus ke otak tidak maksimal,” tandasnya.

Berita Terkait

Trenggalek Bersiap Penguatan Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Usai Pidato Presiden
72 Calon Paskibraka Trenggalek 2026 Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan
Update Penemuan Bayi di Desa Banaran, Akan Diserahkan ke PPSA B Sidoarjo
Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot
Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI
JLS Trenggalek Dapat Bantuan Rp19 Miliar untuk Pembebasan Lahan
Mas Syah Peringati Hari Anak Sedunia, Ingatkan Anak Tak Sembarangan Curhat di Medsos
Dana Pilkades Trenggalek Dianggarkan Rp5,9 Miliar, Tahapan Dimulai Oktober

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Trenggalek Bersiap Penguatan Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Usai Pidato Presiden

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:02 WIB

72 Calon Paskibraka Trenggalek 2026 Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:04 WIB

Update Penemuan Bayi di Desa Banaran, Akan Diserahkan ke PPSA B Sidoarjo

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:04 WIB

Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05 WIB

Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI

Berita Terbaru