Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Riza Maulina saat dikonfirmasi awak media,  Kamis (13/8/2026).

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Riza Maulina saat dikonfirmasi awak media, Kamis (13/8/2026).

RagamWarta.com – Dugaan keracunan MBG Trenggalek kembali mendapat perkembangan setelah seorang siswa SDI Luqman Al Hakim harus menjalani rawat inap di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Siswa berusia 11 tahun tersebut mengalami muntah dan diare berulang hingga mengalami dehidrasi.

Pasien berinisial SA, warga Kecamatan Tugu, Trenggalek, dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soedomo pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah mendapatkan penanganan awal, SA kemudian dipindahkan ke ruang Dahlia sekitar pukul 23.00 WIB untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Riza Maulina Sp.A, mengatakan kondisi SA sempat cukup lemas karena mengalami kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Dalam sehari, pasien mengalami diare lebih dari 10 kali dan muntah lebih dari tujuh kali.

“Yang kami rawat satu orang perempuan, inisial SA, usia 11 tahun. Karena muntah sama diare. Kemarin diarenya lebih dari 10 kali, kemudian muntahnya juga lebih dari 7 kali,” ujar Riza, Kamis (13/8/2026).

Menurut Riza, banyaknya cairan yang keluar melalui muntah dan diare tidak sebanding dengan cairan yang masuk melalui minuman. Kondisi tersebut membuat pasien membutuhkan rehidrasi menggunakan cairan infus.

“Antara yang keluar dengan yang masuk tidak sebanding. Banyak sekali yang dikeluarkan lewat muntah sama diarenya, sementara asupan oral atau asupan minumnya tidak banyak,” jelasnya.

Siswa Sempat Habiskan Seluruh Menu MBG

Berdasarkan keterangan orang tua kepada pihak rumah sakit, SA sebelumnya menghabiskan seluruh menu MBG yang diterimanya. Salah satu lauk dalam menu tersebut adalah ayam bumbu sate.

“Katanya dia menghabiskan seluruh menu MBG-nya. Jadi satu porsi itu habis, lauknya ayam bumbu sate. Setelah itu mual, mual muntah,” ungkap Riza.

Keluhan tersebut awalnya sempat dianggap akan membaik. Namun, muntah dan diare justru semakin sering hingga asupan cairan pasien semakin berkurang.

“Awalnya dipikir mual muntah bisa membaik, tetapi lama-lama semakin banyak, kemudian minumnya semakin sedikit sampai akhirnya lemas,” katanya.

Setelah mendapatkan terapi cairan melalui infus, kondisi SA berangsur membaik. Saat dilakukan visite pada Kamis (13/8/2026), pasien sudah tidak mengalami muntah maupun diare.

“Alhamdulillah kondisi terkini aman. Tadi waktu visite juga sudah tidak pusing lagi, tidak muntah. Yang dirasakan masih mual, nyeri ulu hati masih ada, tetapi diarenya sudah tidak ada,” terang Riza.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan SA mengalami gastroenteritis akut. Kondisi dehidrasinya juga telah teratasi setelah mendapatkan rehidrasi melalui infus.

“Hasil pemeriksaan gastroenteritis akut. Sudah terhidrasi. Infusnya lancar, jadi anaknya tidak lemas lagi. Suhunya juga turun,” ujarnya.

Pemeriksaan darah juga menunjukkan adanya peningkatan kadar leukosit. Namun, hingga saat itu pihak rumah sakit belum mengetahui bakteri yang berkaitan dengan keluhan pasien.

“Leukositnya agak meningkat, leukosit darahnya. Tetapi untuk bakterinya belum diketahui,” kata Riza.

Selain SA, terdapat satu pasien lain yang datang ke RSUD dr. Soedomo dengan keluhan serupa. Pasien tersebut merupakan siswa SMP dan kondisinya membaik setelah mendapatkan rehidrasi di IGD sehingga tidak perlu menjalani rawat inap.

“Ada satu lagi. Tetapi kondisinya membaik, kita rehidrasi di IGD saja, tidak sampai rawat inap. Usianya lebih besar, anak SMP,” jelasnya.
Riza menjelaskan, pasien yang lebih besar masih mampu memenuhi kebutuhan cairan secara mandiri ketika mengalami muntah dan diare.

Sementara SA membutuhkan perawatan karena kehilangan cairan cukup banyak dan asupan minumnya tidak mampu menggantikan cairan yang keluar.

Hingga Kamis (13/8/2026), kondisi kedua pasien yang ditangani RSUD dr. Soedomo dilaporkan membaik. Namun, penyebab pasti keluhan yang dialami pasien masih belum diketahui.

“Alhamdulillah sudah aman semua. Mudah-mudahan enggak ada kejadian lagi,” pungkas Riza.

Berita Terkait

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Kapolres Trenggalek Baru, AKBP Rizky Resmi Pimpin Polres Trenggalek
Pemuda Trenggalek Juara Magic Chess Internasional, Kalahkan Filipina, hingga Vietnam
Kondisi Bayi yang Ditemukan di Desa Banaran Sehat, RSUD Lakukan Observasi 3 Hari

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan

Berita Terbaru

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto saat dikonfirmasi awak media, Kamis (13/8/2026).

Berita

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:08 WIB