Tiga Rekomendasi DPRD Trenggalek untuk LKPJ Bupati 2023

Rabu, 17 April 2024 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat Paripurna tentang penyampaian catatan strategis atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) bupati tahun anggaran 2023 kepada Bupati Trenggalek, Rabu (17/4/2024).

Suasana rapat Paripurna tentang penyampaian catatan strategis atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) bupati tahun anggaran 2023 kepada Bupati Trenggalek, Rabu (17/4/2024).

RagamWarta.com – Setelah dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) akhirnya rekomendasi Dari DPRD Trenggalek atas LKPJ Bupati Tahun 2023 diparipurnakan.

Berlangsung di ruang Graha Paripurna DPRD Trenggalek, rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam dan dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Dalam rapat Paripurna kali ini menetapkan putusan DPRD Trenggalek tentang catatan-catatan strategis atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) bupati akhir tahun anggaran 2023 kepada Bupati Trenggalek.

Dijelaskan Doding Rahmadi, selaku Wakil Ketua DPRD Trenggalek bahwa ada tiga catatan garis besar rekomendasi yang disampaikan dari hasil Panitia Khusus (Pansus) DPRD Trenggalek.

Pertama terkait capaian Makro ekonomi dan kesejehteraan masyarakat. Dimana Makro ekonomi di Kabupaten Trenggalek sudah meningkat bagus.

“Ternyata makro ekonomi di Trenggalek cukup bagus, namun yang perlu diperhatikan adalah lapangan pekerjaan di Trenggalek yang masih perlu peningkatkan lagi,” ujar Doding, Rabu (17/4/2024).

Sedangkan untuk rekomendasi yang kedua terkait capaian visi misi daerah. Dari 15 indikator ada beberapa indikator yang sudah sesuai target dan ada juga yang masih belum tercapai.

“Dari 15 indikator, ada 9 yang sudah maksimal dan 6 lainnya masih belum maksimal. Jadi itu yang perlu kita perbaiki kedepannya,” ucapnya.

Sementara untuk rekomendasi yang ketiga tentang keuangan. Yang mana perlu ada upaya memaksimalkan insentif daerah untuk anggaran yang diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur.

“Polanya dari pusat itu sekarang berbeda. Jadi contohnya jalan Ngampon antara Ngantru-Rejowinangun ini langsung dari Pusat, termasuk jembatan Nglembu juga langsung dari Pusat,” ujarnya.

Ada perubahan yang diterapkan oleh pemerintah pusat, oleh karena itu pemerintah daerah dalam hal penataan anggaran seperti dana insentif dari pusat perlu penyesuaian.

“Maka dari itu kita di keuangan, ingin memaksimalkan insentif dari Pemerintah Pusat,” pungkas salah satu politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Berita Terkait

PAW DPRD Trenggalek, Komarudin Resmi Dilantik Gantikan Nur Efendi
Panjangnya Antrean Apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek Jadi Sorotan Komisi IV
Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR
Dokter Spesialis Jantung Trenggalek Tangani 200 Pasien, DPRD Dorong Penambahan SDM
GMNI Trenggalek Soroti Pendidikan Saat Audiensi dengan DPRD Trenggalek
DPRD Minta Silpa APBD 2025 Trenggalek Ditarget Maksimal 5 Persen
Pilkades Trenggalek 2027, Komisi I Dorong Segera Terbitkan Perbup
LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:01 WIB

PAW DPRD Trenggalek, Komarudin Resmi Dilantik Gantikan Nur Efendi

Senin, 25 Mei 2026 - 19:01 WIB

Panjangnya Antrean Apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek Jadi Sorotan Komisi IV

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:04 WIB

Dokter Spesialis Jantung Trenggalek Tangani 200 Pasien, DPRD Dorong Penambahan SDM

Senin, 18 Mei 2026 - 18:22 WIB

GMNI Trenggalek Soroti Pendidikan Saat Audiensi dengan DPRD Trenggalek

Berita Terbaru

Suasana hearing dari Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak dengan DPRD Trenggalek, Kamis (22/5/2026).

Parlemen

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB