Bupati Ajak Refleksi Diri dalam Prosesi Jamasan Pusaka Sambut Hari Jadi ke-830 Trenggalek

Jumat, 30 Agustus 2024 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat pusaka dibersihkan sesuai tradisi adat sebelum diinapkan. (Foto : Prokopim)

Saat pusaka dibersihkan sesuai tradisi adat sebelum diinapkan. (Foto : Prokopim)

RagamWarta.com – Peringati Hari Jadi Trenggalek yang ke-830, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ajak seluruh masyarakat Trenggalek, khususnya para pemimpin dan tokoh daerah, untuk melakukan refleksi diri.

Hal tersebut diungkapkan Arifin usai prosesi jamasan pusaka.  Sebuah ritual adat membersihkan pusaka peninggalan leluhur yang diadakan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek.

“Alhamdulillah pusaka yang dimiliki Trenggalek saat Hari Jadi Trenggalek yang ke-830 ini sudah lengkap. Prasastinya ada, kemudian juga seluruh pusaka seperti tombak, payung, semuanya lengkap,” ungkap Arifin, Jumat (30/8/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pusaka yang sudah dijamas lantas diserahkan ke Bupati Trenggalek untuk diinapkan di Kamulan. (Foto : Prokopim)

Sejumlah pusaka yang dibersihkan diantaranya 2 Tombak Korowelang, Sungsung Tunggul Nogo, Panji Kabupaten Trenggalek dan 2 pusaka pemberian Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X dijamas sesuai prosesi adat.

“Pusaka-pusaka ini yang nanti akan kita jamas atau dibersihkan. Sebagai simbol Trenggalek merefleksikan diri di 830 tahun ini. Semoga kita punya semangat baru untuk bersama-sama membangun Trenggalek,” imbuh Arifin.

Berbeda dari tahun sebelumnya, prosesi kali ini mengangkat makna yang lebih dalam dan luas. Menurut Arifin, tidak hanya membersihkan fisik pusaka. Tapi lebih menekankan pentingnya “menjamas” atau membersihkan diri dari dalam.

Terutama bagi orang-orang yang memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan di Kabupaten Trenggalek.

“Kita perlu refleksi diri, bukan hanya pusaka yang kita bersihkan, tapi juga kita semua, terutama yang punya kebijakan di Kabupaten Trenggalek,” ungkap Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat dikonfirmasi.

Jadi dalam prosesi adat jamasan tahun ini akan ada dua titik pemberangkatan. Yang pertama dari Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan dan yang kedua diberangkatkan dari Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak.

“Prosesi jamasan untuk pusaka pribadi dilakukan di Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak pada malam hari. Sementara keempat pusaka andalan Trenggalek diinapkan di Balai Desa Kamulan. Dan pusaka pemberian Keraton Yogyakarta akan diletakkan di Pendopo,” jelasnya.

Pemilihan lokasi Kampak sebagai tempat penyucian pusaka-pusaka juga memiliki alasan historis yang kuat. Kampak dipilih karena di sana, sebelum prasasti Kamulan diketemukan sudah ada peninggalan tokoh berpengaruh.

“Kami memilih lokasi Kampak karena sebelum prasasti Kamulan ditemukan, di sini sudah ada prasasti yang diberikan oleh Mpu Sendok saat hijrah dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah ke Jawa Timur,” jelasnya.

semua pusaka tersebut akan diarak keliling kota sebelum akhirnya dibawa kembali ke Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek.

“Pusaka ini akan diarak sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Trenggalek, menunjukkan kebesaran dan sejarah panjang yang dimiliki daerah ini,” tuturnya.

Dengan tema “Pinayungan Kaluhuran,” yang berarti naungan kemuliaan, prosesi ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial rutin, tetapi juga menjadi momen reflektif bagi pemimpin dan pemangku kebijakan di Trenggalek, agar senantiasa menjaga kemuliaan dan kesejahteraan bersama.

“Semoga momentum HUT ini menjadi ajang untuk memperbaharui semangat dan komitmen dalam membangun Trenggalek yang lebih baik,” pungkas Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

 

Berita Terkait

Hambeging Bumi Jadi Tema Hari Jadi Trenggalek ke-832, Bupati Ajak Kembali Membumi
Hari Jadi Trenggalek ke-832 Lebih Terbuka, Libatkan Petani dan Siapkan 11 Ribu Udik-Udik
Kirab Pusaka Trenggalek Dibagi 2, Milik Bupati ke Karangrejo, Kabupaten ke Kamulan
Lestarikan Warisan Leluhur lewat Jamasan Manuskrip Kuno
Nyadran Dam Bagong 2026, Mas Ipin: Semoga Diberi Rezeki Lumintu
Objek Diduga Cagar Budaya di Trenggalek Berinskripsi 1168 M Ditemukan Tak Sengaja Saat CFD
Tak Hanya Doa Bersama, Megengan di Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah Diisi Lomba Anak
Longkangan di Teluk Sumbreng Tambah Deretan Warisan Budaya Takbenda Asal Trenggalek

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Hambeging Bumi Jadi Tema Hari Jadi Trenggalek ke-832, Bupati Ajak Kembali Membumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Hari Jadi Trenggalek ke-832 Lebih Terbuka, Libatkan Petani dan Siapkan 11 Ribu Udik-Udik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Kirab Pusaka Trenggalek Dibagi 2, Milik Bupati ke Karangrejo, Kabupaten ke Kamulan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:13 WIB

Lestarikan Warisan Leluhur lewat Jamasan Manuskrip Kuno

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:01 WIB

Nyadran Dam Bagong 2026, Mas Ipin: Semoga Diberi Rezeki Lumintu

Berita Terbaru