Haul Akbar Warnai Serangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-830 Trenggalek

Sabtu, 7 September 2024 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beri sambutan saat Haul Akbar bersama Majelis Dzikir Wa Mauliddur Rasul Muhammad SAW di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Saat Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beri sambutan saat Haul Akbar bersama Majelis Dzikir Wa Mauliddur Rasul Muhammad SAW di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

RagamWarta.com – Tidak hanya perayaan seremonial bertemakan budaya jawa, peringatan Hari Jadi yang ke-830 Trenggalek kali ini juga dibalut agenda islami. Salah satunya yakni Haul Akbar.

Haul Akbar bersama Majelis Dzikir Wa Mauliddur Rasul Muhammad SAW ini dilaksanakan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Sabtu (7/9/2024).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menjelaskan bahwa dzikir dan sholawat Nabi Muhammad SAW ini ditujukan untuk bermunajad kepada Allah SWT sekaligus doa untuk seluruh warga Trenggalek agar terhindar dari segala macam bahaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mari memanjatkan doa yang terbaik untuk warga Trenggalek agar senantiasa diberi perlindungan dan keberkahan sesuai dengan tema yang diusung pada Hari Jadi 830 Trenggalek yaitu Pinayungan Kaluhuran,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek menyebut umur Trenggalek 830 tahun ini ditandai dengan Prasasti Kamulan.

“Buktinya itu tertera pada prasasti yang ada di utara Pendopo Trenggalek. Bisa dilihat sendiri,” kata  bupati muda itu.

Prasasti ini di temukan di Kamulan dan sebagai penanda hari jadinya Trenggalek. Sempat disimpan di Museum Tulungagung, dan akhirnya Prasasti Kamulam bisa di boyong ke pulang ke Trenggalek.

Kepada warganya, Arifin bercerita bawasanya atas prestasi  yang diraih Kabupaten Trenggalek mendapatkan dana insentif dari pusat sekitar Rp. 16 miliar.

“Dana insentif fiskal ini diraih karena Trenggalek berhasil menekan angka Stunting dari 39% menjadi 14%. Sedangkan target pemerintah 20%, artinya capaian Trenggalek dibawah target pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, Trenggalek juga dianggap mampu melakukan penanganan infasi dan kemiskinan ekstrem yang jadi fokus penanganan Pemerintah Pusat saat ini.

Masih menurut Arifin, dana insentif fiskal Rp.16 miliar ini tidak semuanya diperuntukkan untuk infrastruktur jalan. Sebagian dananya akan digunakan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Trenggalek.

“Tidak semuanya untuk  infrastruktur, memang kita butuh tapi tidak semua. Saya ingin memberikan UHC atau Universal Health Coverage untuk warga Trenggalek. UHC ini adalah program jaminan kesehatan yang bertujuan untuk memastikan semua orang mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa kesulitan keuangan,” jelasnya.

Perlu diketahui, pemerintah saat ini bisa memberikan jaminan kesehatam melalui BPJS sekitar 75%. Dengan insentif ini diharapkan Pemkab Trenggalek bisa menambah cakupannya paling tidak 98% atau bahkan 100%.

“Selama ini masyarakat bila sakit dan belum tercover BPJS meminta surat keterangan dari Posko GERTAK. Nanti tidak perlu lagi bila semua bisa tercover,” jelasnya.

Arifin juga mengajak masyarakat untuk mau sedekah Informasi melalui kanal lapor di nomor 082 233 343 800. Menurutnya, bagaimana pemerintah tahu bantuan atau kebijakan apa yang bisa diberikan kepada masyarakat bila tidak ada informasi dari masyarakat.

Pasalnya banyak permasalahan ketika pemerintah akan memberikan bantuan, ternyata orang tersebut sedang membutuhkan bantuan namun ternyata orang itu belum memiliki administrasi kependudukan.

“Tentunya tidak mungkin kita bisa membantu bila masyarakat yang akan kita bantu tidak memiliki adminduk. Untuk itu laporkan melalui kanal lapor tadi. Bila tidak memungkinkan tidak perlu membawa ke Dispenduk Capil, laporkan saja nanti biar petugas nanti datang untuk melakukan perekaman,” tandasnya.

 

Berita Terkait

Muktamar ke-35 NU Usai, Emil-Ipin Harap Kepengurusan Baru Kembali Guyub
Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Muktamar ke-35 NU Usai, Emil-Ipin Harap Kepengurusan Baru Kembali Guyub

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Berita Terbaru