RagamWarta.com – Trenggalek bersolek, banyak gedung-gedung aset milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapatkan peremajaan di penghujung tahun 2024.
Di akhir tahun ini, ada dua sektor yang mendapat peremajaan. Yang pertama sektor kesehatan, ada kantor Dinas Kesehatan dan Instansi Farmasi atau gudang obat-obatan.
Sementara sektor kedua adalah sektor olahraga. Yang mana ada peningkatan bangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Gajah Putih Trenggalek.
Jika dijumlah, tiga pekerjaan fisik ini menelan anggaran hingga 4,5 miliar. Dengan rincian pembangunan gedung tahap 2 untuk Dinas Kesehatan Trenggalek menghabiskan anggaran 2 miliar.
Rehabilitasi instalasi farmasi yang berada di barat RSUD dr.Soedomo Trenggalek menghabiskan anggaran 1,5 miliar. Dan penyempurnaan bangunan GOR Gajah Putih Trenggalek menyerap anggaran 900 juta.
Saking banyaknya uang negara yang manfaat, tentu membutuhkan pengawasan dan juga monitoring berkala agar kualitas yang didapatkan Pemkab Trenggalek sepadan dengan apa yang dikeluarkan.
Seperti halnya yang dilakukan tim gabungan Setda Bagian Administrasi Pembangunan, Inspektorat, Bappedalitbang dan Dinas PUPR Trenggalek. Tim gabungan mengisir pekerjaan fisik dan melakukan monitoring hingga ke pelosok desa.
Untuk bangunan fisik gedung, dijelaskan Danafiyah Hakim selaku anggota tim monitoring dan valuasi pekerjaan fisik dan kontruksi Kabupaten Trenggalek menjelaskan bahwa secara global pelaksana sudah menuntaskan targetnya.
“Mayoritas pekerjaan gedung sudah melampaui target. Adapun yang belum tadi kami temui pelaksananya dan mengaku sanggup menyelesaikan pekerjaan tepat waktu seperti yang tertera pada kontrak,” ungkap Hakim, Senin (11/11/2024).
Tidak hanya melakukan monev bangunan gedung, tim gabungan juga pantau progres peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di dua desa. Yakni Desa Prambon dan Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu.
“Progres pembangunan SPAM yang ada di Desa Prambon dan Ngepeh sudah selesai. Bahkan masyarakat sekitar sudah bisa mengalihkan air bersih hingga rumah. Nantinya SPAM akan dikelola oleh masyarakat sekitar,” terangnya.
Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Trenggalek Arief Setiawan mengakui bahwa pengawasan dan evaluasi lapangan (monev) sangatlah penting.
Pihaknya berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan sesuai jadwal dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Organisasi Perangkat Daerah hingga masyarakat luas.
“Semoga semua pembangunan infrastruktur rampung sesuai jadwal. Pasalnya baik sektor kesehatan maupun sektor olahraga merupakan sarana pelayanan untuk masyarakat Trenggalek,” pungkasnya.






