Walaupun Dana Transfer Dipangkas 54 Miliar, Pemkab Trenggalek Tetap Prioritaskan Infrastruktur

Jumat, 21 Februari 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan di Wonoanti Trenggalek, mengalami rusak parah bahkan ditanami pohon pisan sebagai pengingat pengendara agar tidak terperosok lubang.

Kondisi jalan di Wonoanti Trenggalek, mengalami rusak parah bahkan ditanami pohon pisan sebagai pengingat pengendara agar tidak terperosok lubang.

RagamWarta.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terpaksa hadapi tantangan berat usai terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Bagaimana tidak, dana transfer dari pemerintah pusat dipangkas sekitar Rp 54 miliar. Apalagi Kebijakan tersebut berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto menjelaskan pemangkasan ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang selama ini banyak digunakan untuk kegiatan fisik, seperti pembangunan jalan dan jembatan.

“Pengurangan dana transfer mencapai Rp 54 miliar.  Mayoritas berasal dari DAK yang fokusnya untuk kegiatan fisik,” ungkap Edy, Kamis (20/2/2025).

Walaupun demikian,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tetap berkomitmen melaksanakan program yang telah direncanakan.

Edy Soepriyanto, Sekretaris Daerah Trenggalek saat dikonfirmasi awak media di ruangannya.
Edy Soepriyanto, Sekretaris Daerah Trenggalek saat dikonfirmasi awak media di ruangannya.

Edy juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran akan diutamakan, terutama pada kegiatan yang bersifat non-esensial.

“Kami akan menghemat pada pos-pos seperti bimbingan teknis, kunjungan kerja, serta konsumsi dalam kegiatan pemerintah,” jelasnya.

Dalam menghadapi keterbatasan anggaran ini, Pemkab Trenggalek tetap menaruh perhatian besar pada perbaikan infrastruktur.

Edy mencontohkan, ruas jalan yang saat ini mengalami kerusakan parah dan bahkan ditanami pohon pisang akan tetap menjadi prioritas perbaikan. Begitu juga dengan bangunan yang terdampak bencana, termasuk fasilitas pendidikan.

“Sekolah-sekolah yang rusak parah hingga harus menggunakan tenda sebagai atap akan kami prioritaskan perbaikannya. Kami ingin memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan meski anggaran terbatas,” tambahnya.

Perlu diketahui, upaya efisiensi ini bertujuan agar penggunaan anggaran daerah tetap tepat sasaran, dengan fokus utama pada infrastruktur dan kebutuhan mendesak masyarakat Trenggalek.

 

Berita Terkait

Jembatan Merah Putih Presisi di Pule Resmi Dibuka, Pangkas Jarak Tempuh Warga 4 Kilometer
Sapi Kurban Presiden Prabowo di Trenggalek Jalani Pemeriksaan Ketat Jelang Iduladha
Pengamanan Libur Idul Adha di Trenggalek Mulai Disiapkan, Satlantas Terjunkan 40 Personel
Bupati Trenggalek Dapat Penghargaan dari Pangdam V Brawijaya saat Penutupan TMMD ke-128
Dokter THT Trenggalek Naik Haji, RSUD Datangkan Tenaga dari Kediri
Disorot GMNI Soal Kekerasan Anak, Disdik Trenggalek Bentuk Pokja Sekolah Aman
Tiga Calon Jamaah Haji Trenggalek Diganti Kuota Cadangan
GMNI Trenggalek Soroti Masalah Pendidikan saat Aksi Hardiknas di Depan Kantor Dewan

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:17 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi di Pule Resmi Dibuka, Pangkas Jarak Tempuh Warga 4 Kilometer

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:15 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo di Trenggalek Jalani Pemeriksaan Ketat Jelang Iduladha

Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB

Pengamanan Libur Idul Adha di Trenggalek Mulai Disiapkan, Satlantas Terjunkan 40 Personel

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:01 WIB

Bupati Trenggalek Dapat Penghargaan dari Pangdam V Brawijaya saat Penutupan TMMD ke-128

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:02 WIB

Dokter THT Trenggalek Naik Haji, RSUD Datangkan Tenaga dari Kediri

Berita Terbaru