TRENGGALEK, RagamWarta – Berawal dari penggalian gagasan oleh masyarakat Kedungsigit, yang melihat adanya potensi di Desanya, sehingga menghasilkan inovasi wisata edukasi kerajinan keramik.
Inovasi ini muncul, karena masyarakat selama ini merasakan hanya menerima dampaknya saja dari depo yang ada di samping balai Besa Kedungsigit. Sehingga warga berinovasi untuk bekerja sama dan membuat kegiatan peningkatan ekonomi.
Baca juga : Melihat Sejarah Monumen TRIP di Trenggalek
Cahyono selaku Direktur BUMDES Kedungsigit menjelaskan, setelah adanya proses panjang dari tahun 2018, akhirnya tahun ini baru bisa terlaksana.
Ditambahkan Yono, untuk tahapan awalnya dengan cara membangun embrio, yakni apabila produksinya sudah berjalan dengan bagus, setelahnya akan diteruskan dengan memberikan edukasi langsung ke pemukiman warga.
Baca juga : Tidak Boleh Merantau, Buruh Mebel Kini Sukses Berkat Miniatur Truk
Diharapkan warga mampu memproduksi seperti di embrio, dengan tujuan nantinya pemukiman menjadi home industri. Untuk sasarannya sendiri yakni pelajar dan kalangan muda, dimana mereka bisa langsung mendapatkan edukasi di pemukiman warga nantinya.
Sementara itu, Aris Cahyo Widigdo Kepala Desa Kedungsigit menjelaskan, melihat kekompakan warganya begitu baik, sehingga dipercayakan diberi modal untuk melakukan kegiatan ekonomi, dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian warga Kedungsigit.
Baca juga : Pansus III DPRD Salatiga, Study Banding Ke Trenggalek
Selain penyertaan modal dari dana Desa, dijelaskan Aris bahwa dalam kegiatan ekonomi tersebut ada kerjasama dengan pihak ke tiga. Seperti Suplayer yang nantinya akan menerima barang hasil kerajinan warga.
Sehingga warga tidak perlu bingung untuk melakukan pemasaran. Ditargetkan pertengahan September tahun ini, akan launching secara resmi untuk memproduksi kerajinan keramik secara masal.
Baca juga : Merasa Tak Dihargai, BPD Trenggalek Ngadu ke Dewan






