RAGAM WARTA – Stunting merupakan persoalan Kesehatan Nasional yang masih menjadi perhatian pemerintah. Di Kota tempe kripik saat ini kasus stunting masih dikisaran angka 19%.
Hal tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan berbagai Inisiasi untuk mencegahnya.
Mulai dari program Adipura Desa, Program yang sehat yang beruntung, serta mengintervensi melalui tiga layer, yaitu skala lingkungan, keluarga dan yang terkecil adalah level individu.
Selain itu, dengan memanfaatkan momen bulan Ramadhan 1444 H. Pemkab Trenggalek melalui Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini juga melakukan inovasi baru.
Yakni mengolaborasikan giat safari Ramadhan dengan program SMS Bu Novita. Atau yang lebih di kenal dengan istilah Sareng Masak Sama Bu Novita.
Dengan memberikan resep masakan yang murah dan bergizi. Novita Berharap anak – anak di Trenggalek nantinya tidak akan lagi ada stunting.
“Jangan pernah lelah merawat anak. Pedomannya anak jangan hanya asal kenyang, tapi harus memenuhi 4 sehat 5 sempurna,” ucap Novita Hardini saat safari Ramadan di Masjid Pancasila, Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Selasa (4/3/2023).
Lanjut disampaikan istri Bupati Trenggalek tersebut, saat ini pemerintah berupaya agar kemiskinan orang tua tidak menurun ke anaknya. Yakni salah satunya mencegah kasus stunting.
“Dengan sehat dan tidak stunting anak bisa meraih kesuksesan kala dewasa nanti,” harapnya.
Wanita cantik bergelar Sarjana Ekonomi (SE) tersebut juga tidak pelit ilmu. Dalam giatnya, dia memberikan resep makanan kepada masyarakat.
Seperti bahan dari ikan yang di jadikan berbagai olahan makanan yang disukai anak. Menurut Novita, selain murah kandungan gizi pada ikan tak kalah dengan daging yang harganya jauh lebih mahal.
“Kandungan gizi pada ikan tidak kalah dengan daging. harganya juga terjangkau. Lebih-lebih banyak dijumpai di Kecamatan Watulimo,” imbuhnya.
Novita juga menyinggung, orang tua yang memberikan makanan pabrikan kepada anaknya karena nafsu makannya berkurang.
Dia berpesan agar para orang tua mengurangi makanan pabrikan. Selain proses pencernaannya lama, kandungan makanan pabrikan tidak baik untuk tumbuh kembang anak.
“Kebiasaan seperti ini diharapkan bisa ditinggalkan, dan lebih memilih makanan yang sehat dan bergizi, seperti halnya sayur dan ikan,” tutup Novita dalam Safarinya di Watulima.






