RSUD Panggul Butuh Anggaran Penguat, Segera Lakukan Pinjaman

Jumat, 11 Agustus 2023 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi saat dilakukannya pembahasan

Kondisi saat dilakukannya pembahasan

RagamWarta.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panggul diproyeksikan bakal dioperasikan tahun 2024 mendatang. Rentang waktu tersebut seiring dengan kenyataan yang terjadi dalam penganggaran. Mengingat konsep penganggaran masih belum tercapai sepenunhya untuk dilakukan pengoperasian.

Salah satu wujud penganggaran yang belum terjangkau adalah masalah operasional. Dalam operasional RSUD tentu membutuhkan anggaran yang terbilang banyak. Komisi IV DPRD Trenggalek mengisyaratkan untuk dilakukn pinjaman anggaran.

“Terkait rumah sakit panggul, hingga saat ini belum bisa melakukan operasional,” kata Sukarodin Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Jum’at (11/8/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sukarodin juga menyoroti beberapa hal yang menjadi pemikiran ekstra terkait rumah sakit yang belum bisa beroperasi tersebut, terutama karena kendala kurangnya anggaran yang masih yang harus di cukupi.

Namun dengan melihat terkait kemampuan keuangan dari APBD yang minim, maka Komisi IV DPRD Trenggalek menyarankan adanya dana talangan dari pihak Bank. Kalau APBD tidak mampu untuk membiayai, maka jalan keluarnya adalah pinjam ke Bank Jatim atau ke Bank manapun.

“Hal itu dikarenakan rumah sakit Panggul ini bisa beroperasi dengan catatan ketika buka harus sudah bekerjasama dengan BPJS,” ungkapnya.

Sedangkan untuk bisa bekerjasama dengan BPJS skornya minimal harus 75. Sementara sekarang skornya baru 60. Komisi IV juga minta kepada pihak Dinkes dan RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk melakukan kalkulasi terkait kebutuhan anggaran dengan pola pinjam, agar rumah sakit Panggul ini bisa segera beroperasi.

Setelah dihitung secara rinci, tambahan anggaran yang dibutuhkan yaitu senilai Rp 62 miliar. Karena dinilai terlalu besar, sehingga dari jumlah itu Komisi IV meminta untuk di tekan lagi agar beban APBD nantinya tidak berat.

“Karena ditahap awal, APBD harus nombok dulu per bulan untuk bayar ke pihak Bank,” ucapnya.

Diimbuhkan Sukarodin, alhasil RSUD dr Soedomo dan Dinkes Trenggalek sepakat dengan jumlah anggaran senilai Rp 35 miliar. Karena untuk APBD untuk tahap awal mesti nombok bayar dulu per bulan. Namun demikian pihak Komisi IV juga menanyakan untuk penambahan anggaran pada rumah sakit Panggul dengan sistem pinjam ini.

Nantinya masuk pada APBD perubahan atau tidak. Maka dari itu pihaknya menegaskan kepada Dinkes Trenggalek maupun RSUD dr Soedomo untuk melakukan koordinasi dengan pihak Bakeuda.

Sementara itu terkait fasilitas penunjang di rumah sakit Panggul, menurut Sukarodin ada beberapa hal yang perlu di benahi agar sesuai standar. Diantaranya adalah untuk standar fasilitas pada ruang operasi.

Untuk ruang operasi kalau sudah kita siapkan dokter bedah pasti mereka minta memenuhi syarat ruangannya untuk operasi dan kemarin kita lihat kesana memang tidak memenuhi syarat.

“Beberapa hal yang belum memenuhi syarat pada ruang operasi rumah sakitRSUD Panggul Butuh Anggaran Penguat, Segera Lakukan Pinjaman

RagamWarta.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panggul diproyeksikan bakal dioperasikan tahun 2024 mendatang. Rentang waktu tersebut seiring dengan kenyataan yang terjadi dalam penganggaran. Mengingat konsep penganggaran masih belum tercapai sepenunhya untuk dilakukan pengoperasian.

Salah satu wujud penganggaran yang belum terjangkau adalah masalah operasional. Dalam operasional RSUD tentu membutuhkan anggaran yang terbilang banyak. Komisi IV DPRD Trenggalek mengisyaratkan untuk dilakukn pinjaman anggaran.

“Terkait rumah sakit panggul, hingga saat ini belum bisa melakukan operasional,” kata Sukarodin Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Jum’at (11/8/2023).

Sukarodin juga menyoroti beberapa hal yang menjadi pemikiran ekstra terkait rumah sakit yang belum bisa beroperasi tersebut, terutama karena kendala kurangnya anggaran yang masih yang harus di cukupi.

Namun dengan melihat terkait kemampuan keuangan dari APBD yang minim, maka Komisi IV DPRD Trenggalek menyarankan adanya dana talangan dari pihak Bank. Kalau APBD tidak mampu untuk membiayai, maka jalan keluarnya adalah pinjam ke Bank Jatim atau ke Bank manapun.

“Hal itu dikarenakan rumah sakit Panggul ini bisa beroperasi dengan catatan ketika buka harus sudah bekerjasama dengan BPJS,” ungkapnya.

Sedangkan untuk bisa bekerjasama dengan BPJS skornya minimal harus 75. Sementara sekarang skornya baru 60. Komisi IV juga minta kepada pihak Dinkes dan RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk melakukan kalkulasi terkait kebutuhan anggaran dengan pola pinjam, agar rumah sakit Panggul ini bisa segera beroperasi.

Setelah dihitung secara rinci, tambahan anggaran yang dibutuhkan yaitu senilai Rp 62 miliar. Karena dinilai terlalu besar, sehingga dari jumlah itu Komisi IV meminta untuk di tekan lagi agar beban APBD nantinya tidak berat.

“Karena ditahap awal, APBD harus nombok dulu per bulan untuk bayar ke pihak Bank,” ucapnya.

Diimbuhkan Sukarodin, alhasil RSUD dr Soedomo dan Dinkes Trenggalek sepakat dengan jumlah anggaran senilai Rp 35 miliar. Karena untuk APBD untuk tahap awal mesti nombok bayar dulu per bulan. Namun demikian pihak Komisi IV juga menanyakan untuk penambahan anggaran pada rumah sakit Panggul dengan sistem pinjam ini.

Nantinya masuk pada APBD perubahan atau tidak. Maka dari itu pihaknya menegaskan kepada Dinkes Trenggalek maupun RSUD dr Soedomo untuk melakukan koordinasi dengan pihak Bakeuda.

Sementara itu terkait fasilitas penunjang di rumah sakit Panggul, menurut Sukarodin ada beberapa hal yang perlu di benahi agar sesuai standar. Diantaranya adalah untuk standar fasilitas pada ruang operasi.

Untuk ruang operasi kalau sudah kita siapkan dokter bedah pasti mereka minta memenuhi syarat ruangannya untuk operasi dan kemarin kita lihat kesana memang tidak memenuhi syarat.

“Beberapa hal yang belum memenuhi syarat pada ruang operasi rumah sakit Panggul ini, diantaranya dinding masih biasa dan belum dilengkapi lapisan sesuai standar aturan yang ada,” terangnha.

Sukarodin menambahkan selain ruang operasi fasilitas lain yang perlu di lakukan pembenahan yaitu ruang ICU. Sementara dari sisi SDM juga masih sangat kurang termasuk belum adanya dokter spesialis.

Dokter spesialis dasar untuk buka itu sesuai dengan Permenkes itu kan ada 5 dokter spesialis dasar. Itu semua belum punya. Maka upaya membuka operasional debgan segera menjadi catatan karena mau bagaimanapun caranya pada tahun 2024 nanti rumah sakit Panggul harus sudah buka. Panggul ini, diantaranya dinding masih biasa dan belum dilengkapi lapisan sesuai standar aturan yang ada,” terangnha.

Sukarodin menambahkan selain ruang operasi fasilitas lain yang perlu di lakukan pembenahan yaitu ruang ICU. Sementara dari sisi SDM juga masih sangat kurang termasuk belum adanya dokter spesialis.

Dokter spesialis dasar untuk buka itu sesuai dengan Permenkes itu kan ada 5 dokter spesialis dasar. Itu semua belum punya. Maka upaya membuka operasional debgan segera menjadi catatan karena mau bagaimanapun caranya pada tahun 2024 nanti rumah sakit Panggul harus sudah buka.

Berita Terkait

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat
Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup
Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa
Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD
PAPBD 2026 Trenggalek Resmi Jadi Perda, Belanja Modal Naik
DPRD Trenggalek Soroti Kekosongan Jabatan, Minta Segera Diisi
DPRD Trenggalek Soroti Kinerja Pabrik Es PDAU, Tegaskan Pentingnya Kelengkapan Data
APBD Perubahan Trenggalek 2026, DPRD Tambah Anggaran Penanganan Kekeringan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:11 WIB

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat

Rabu, 30 September 2026 - 20:06 WIB

Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup

Selasa, 15 September 2026 - 20:09 WIB

Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa

Selasa, 15 September 2026 - 18:03 WIB

Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD

Selasa, 8 September 2026 - 17:08 WIB

PAPBD 2026 Trenggalek Resmi Jadi Perda, Belanja Modal Naik

Berita Terbaru