RagamWarta.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali menjelang HUT Trenggalek Pemerintah Kabupaten selalu menggelar serangkaian tradisi adat.
Seperti yang digelar kali ini salah satunya, yakni jamasan pusaka. Menurut Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, jamasan pusaka tahun 2023 ini sedikit berbeda.
Pasalnya Prasasti Kamulan yang dijadikan patokan umur Trenggalek ke-829, kini sudah pulang. Itu artinya, ada tambahan upacara adat yang harus dilakukan.
“Tradisi jamasan kali ini sedikit berbeda karena ada Prasasti Kamulan. Penanda 829 umur Trenggalek yang dulunya hanya berupa replika, kini telah berpulang ke Trenggalek,” ucap Bupati Trenggalek, Rabu (31/8/2023).
Tidak hanya itu, jika tahun kemarin hanya 5 pusaka yang dijamas kali ini jadi 7 pusaka. Dijelaskan Arifin, 2 pusaka tambahan merupakan pemberian Keraton Ngayogyakarta.
“Kita memiliki dua pusaka baru pemberian Keraton Yogyakarta. Yang satu berupa Tombak Wignyo Murti dan satunya lagi berupa Songsong Ayomsih,” imbuhnya.
Perlu diketahui pusaka yang biasanya dijamas sebelumnya ada 2 tombak korowelang, Songsong Tunggul Nogo dan Panji lambang Kabupaten Trenggalek.
“Jadi bila ditambahkan dengan Prasasti Kamulan dan 2 pusaka pemberian dari Kraton Ngayogyakarta totalnya menjadi 7 pusaka,” jelas Arifin usai ikuti serangkaian kegiatan jamasan di Pendopo Kabupaten Trenggalek.
Setelah dijamasi, pusaka-pusaka ini selanjutnya diinapkan di Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Disana, pusaka didoakan oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat.






