Pendapatan Daerah disektor Pertambangan Bocor, Komisi II DPRD Trenggalek Klarifikasi Bakeuda

Rabu, 30 Agustus 2023 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat kerja antara Komisi II DPRD Trenggalek dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).

Rapat kerja antara Komisi II DPRD Trenggalek dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).

RagamWarta.com – Bahas R-APBD Perubahan, Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Mugianto temukan kebocoran pendapatan daerah. Hal ini terungkap saat menggelar rapat kerja dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).

Menurut Mugianto, ada kebocoran pendapatan di sektor pajak retribusi dalam pelaksanaan pertambangan galian C atau galian mineral dan non logam yang ada di 19 lokasi pertambangan.

Dijelaskan Mugianto, klarifikasi target pendapatan di tahun 2023 ini dirasa penting karena balal jadi bekal menuju APBD perubahan. Bahkan tak jarang ditemukan target pendapatan yang masih begitu jauh dari harapan.

“Karena potensi peningkatan pendapatan sebenarnya masih memungkinkan, namun ASN kita masih sangat kurang dalam hal etos kerja terutama dalam penertiban pungutan pajak dan retribusi,” ucap Mugianto, Rabu (30/8/2023).

Dijelaskan Mugianto, dalam waktu proses di tahun anggaran 2023 menuju perubahan ini tinggal tersisa 4 bulan lagi. Namun dari target pendapatan yang telah direncanakan masih jauh yakni masih di angka 42 % saja.

Jika dalam realisasi dan pelaksanaan sangat kecil, kemungkinan target pendapatan akan tercapai. Komisi II DPRD Trenggalek sangat menyayangkan hal itu karena petugas pungut dan dinas pengampu kurang maksimal.

“Para ASN kita masih saja kurang dalam etos kerja, padahal hak mereka telah di berikan,” tegas salah satu politisi yang berangkat dari Partai Demokrat ini.

Pihaknya juga menuturkan bahwa hal itu terjadi pada temuan pajak retribusi pada tambang mineral dan non logam, itupun antara pendapatan yang dilaporkan di APBD dinilai tidak masuk akal.

Sesuai data yang diutarakan Mugianto, sedikitnya ada 19 objek tambang galian mineral dan logal yang tengah di eksploitasi saat ini. Namun retribusi galian C sangat minim yang masuk ke daerah.

“Pendapatan harus di kejar dan diseriusi, terutama ASN jangan hanya duduk di meja saja,” tegasnya.

Diimbuhkan Mugianto, dari sisi pendapatan secara umum ada target Rp 297 miliar di tahun 2023, akan tetapi setelah ada klarifikasi hingga bulan agustus ini masih minim yakni pendapatan yang masuk masih di angka Rp 1,4 miliar.

Jika dibandingkan antara pendapatan dan kerusakan jalan akibat galian C sangat timpang.

“Coba mari kita hitung bersama, pendapatan yang masuk sekitar Rp 1,4 miliar setahun, namun ada sebanyak 19 objek tambang yang beroperasi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin
Gertak Trenggalek Dipuji Kemensos, Dinilai Efektif Dukung Pemutakhiran Data Bansos
Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah
Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi
Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati
Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Trenggalek Segera Dibahas Pansus 3
Jadwal DPRD Trenggalek di Bulan Puasa Terbatas, Banmus Hanya Akan Fokus Ranperda dan LKPJ
Agenda DPRD Trenggalek di Bulan Ramadan Fokus Bahas Raperda

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 17:05 WIB

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin

Senin, 30 Maret 2026 - 15:01 WIB

Gertak Trenggalek Dipuji Kemensos, Dinilai Efektif Dukung Pemutakhiran Data Bansos

Senin, 9 Maret 2026 - 16:08 WIB

Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:05 WIB

Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:06 WIB

Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati

Berita Terbaru