Tawuran TKI di Taiwan, Korban Meninggal Diduga Warga Trenggalek

Kamis, 7 September 2023 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tawuran antara dua perguruan silat Indonesia di Taiwan, Sabtu (2/9/2023). (Sumber: YouTube TVBS News)

Tawuran antara dua perguruan silat Indonesia di Taiwan, Sabtu (2/9/2023). (Sumber: YouTube TVBS News)

RagamWarta.com – Tersiar kabar duka dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara Taiwan.  PMI tersebut diperkirakan adalah warga Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur.

Menindaklanjuti isu itu Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum bisa memastikan kebenarannya. Namun tidak menutup kepercayaan jika memang itu adalah salah satu warganya.

Pemberitaan media Taiwan memang sudah menegaskan bahwa korban meninggal ada satu. Ditambah lagi ada satu korban yang kritis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebabnya adalah perkelahian antar masa dari organisasi pencak silat. Jelas sudah memang korban dari PMI karena pencak silat sudah diakui dunia berasal dari negara bermotto “bhinneka tunggal ika”, Rabu (6/9/2023).

“Kabar duka PMI yang berkerja di Taiwan sudah kami dengar. Sayangnya kami belum mendapatkan informasi resmi yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan tidak memungkiri kemungkinan yang terjadi, kami menunggu kabar yang dikeluarkan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI),” ungkap Pujianto Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek.

Pihaknya tidak berani memberikan pernyataan atas isu yang mencuat hebat ini. Sedangkan isu yang tersebar menceritakan telah tersebar liar hingga sampai ke keluarga korban PMI dan keluarga yang bertikai hingga ke kerabat antar keluarga tersebut.

Ditambahkan olehnya, jika informasi yang resmi telah diterima maka pihaknya akan membantu untuk pemulangan jenazah. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah untuk proses memulangkan jenazah butuh waktu cukup lama. Setidaknya butuh waktu hingga dua Minggu lamanya. Mengingat proses yang harus dilewati melalui banyak tahap.

“Saya telah konfirmasi ke Unit Pelayanan Terpadu (UPT) perlindungan tenaga kerja di Provinsi. Isinya belum ada pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” pungkasnya.
Alurnya yaitu dari Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan ke BP2MI lalu barulah sampai ke kami,” Pujianto menceritakan prosesnya.

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru