Sejarah Ringkas Kejadian Alam hingga Peradaban Manusia di Trenggalek

Minggu, 22 Oktober 2023 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto alun-alun Kabupaten Trenggalek tempo dulu. Sumber : Istimewa

Foto alun-alun Kabupaten Trenggalek tempo dulu. Sumber : Istimewa

RagamWarta.com – The Southern Paradise itulah julukan yang disematkan di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Julukan itu bukanlah asal-asalan, realitanya wilayah ini memang patut untuk dikunjungi.

Berbagai wisata alam maupun buatan bakal berkesan kuat dalam ingatan. Terlebih bagi mereka yang mendalami terkait sejarah. Dari sejarah geologis hingga peradaban manusia sebelum beraksara hingga sudah berinfrastruktur.

Semisal bukit sepikul dan perbukitan rajeg wesi yang terbentuk dari batuan andesit. Goa Lawa, Maling Guna, Bulus Putih yang terbentuk dari batuan karst. Sungai Ngasinan yang mengarah dari Barat Laut hingga Tenggara Kabupaten Trenggalek. Berbagai jenis batu bara dan fosil biota laut di daratan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip dari Sejarah Trenggalek yang disusun oleh tim Sejarah Trenggalek dan IKIP Malang diketahui, zaman Pra Sejarah Trenggalek berada diantara Pithecantropus Erectus (penemuan terbanyak di Kabupaten Pacitan) dan Homo Wajakensis (Homo Sapiens yang lebih sempurna dari pithecanthropus. Ditemukan pertama kali oleh Bugene Dubois di Wajak Kabupaten Tulungagung).

Sejarah Trenggalek yang berhasil ditemukan sejak zaman Mpu Sindok. Dimana raja Mataram Kuno tersebutlah yang memiliki banyak peninggalan yang sudah beraksara. Prasasti ini ditemukan di Kampak. Terdapat lagi prasasti jaman Dhaha akhir yang memuat tanggal hingga dijadikan hari jadi Trenggalek. Prasasti tersebut ditemukan di Desa Kamulan.

Kedua prasasti tersebut memuat terkait daerah perdikan. Berbeda lagi dengan prasasti Majapahit yang ditemukan di Surodakan. Prasasti ini memuat tata kelola pemerintahan beserta dengan nama-namanya.

Seperti apa yang dikatakan Soekandar Wiria Atmadja, MA, bahwa manusia hidup dalam suatu ruang yang ada isinya. Manusia sebagai pusat penelaahan sejarah tidak mungkin dipelajari apabila tidak berada dalam suatu tempat.

Berita Terkait

Pesan Ibu Antar Fairuz Jadi Petani Melon Muda di Trenggalek
Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha
Uniknya Syarat Nikah di Sambirejo, Calon Pengantin Wajib Lepas Sepasang Burung
Membaca Buku Gratis di Trenggalek, Puluhan Buku Bisa Dinikmati Warga
6 dari 11 Atlet Judo Trenggalek Naik Podium di Kejuaraan Internasional
Turnamen Free Fire di Trenggalek Diikuti 24 Tim, Minat Esports Anak Muda Kian Meningkat
Jagung Rebus hingga Mandi Pagi, Begini Perawatan Sapi Kurban Presiden di Trenggalek
Rental PS di Trenggalek Jadi Motor Tumbuhnya Komunitas Tekken

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pesan Ibu Antar Fairuz Jadi Petani Melon Muda di Trenggalek

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha

Selasa, 22 September 2026 - 18:05 WIB

Uniknya Syarat Nikah di Sambirejo, Calon Pengantin Wajib Lepas Sepasang Burung

Minggu, 20 September 2026 - 17:44 WIB

Membaca Buku Gratis di Trenggalek, Puluhan Buku Bisa Dinikmati Warga

Senin, 15 Juni 2026 - 19:08 WIB

6 dari 11 Atlet Judo Trenggalek Naik Podium di Kejuaraan Internasional

Berita Terbaru