RagamWarta.com – Berkunjung ke Kabupaten Ngawi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini tukar pengalaman. Di Ngawi, Istri Bupati Trenggalek itu di sambut langsung oleh Ketua TP PKK Ngawi Ana Ony Anwar.
Saat di Ngawi, Founders UPRINTIS Indonesia ini tidak sungkan berbagi kisah suksesnya selama berkiprah di Trenggalek. Seperti Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya atau yang biasa disebut Sepeda Keren.
“Kadang orang menganggap PKK ini sebelah mata, namun bila dikaji mendalam PKK memiliki peran yang sangat luar biasa,” kata Novita Hardini saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi, Selasa (31/10/2023).
Dikatakan Novita, yang dimaksud sepeda keren di sini bukanlah sepeda yang dihias lalu terlihat mahal. Sepeda keren yang dimaksudkan ialah sekolah vokasi untuk meningkatkan kapasitas perempuan atau kelompok rentan agar lebih berdaya.
“Tidak sekedar keren kerenan saja, Sepeda Keren di Trenggalek bahkan melahirkan Musrena Keren (Musyawarah Perencanaan Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan) pertama dan satu-satunya di tanah air,” ucapnya.
Diceritakan Novita, dulu perencanaan pembangunan hanya didominasi laki-laki. Perempuan hanya diundang dalam Musrenbang untuk mendengarkan saja. Namun sekarang budaya ini dirubah.
“Dengan adanya sepeda keren, anak, difabel maupun kelompok rentan di desa bisa ikut berpartisipasi usul dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Dan ini cukup memberikan dampak signifikan bagi Trenggalek,” tambahnya.
Novita juga bercerita jika awal masuk di Trenggalek, angka kemiskinannya masuk 10 besar tertinggi di Jawa Timur. Oleh karena pihaknya menyasar gerakan mikro ke bawah untuk menekan angka kemiskinan.
Sedangkan didalamnya kemiskinan itu ada kelompok rentan seperti perempuan yang tidak dapat akses pendidikan, anak yang tidak dapat akses pendidikan sampai dengan mereka yang tergolong difabel.
Istri Bupati Trenggalek ini juga menegaskan jika sebagai mitra kerja pemerintah daerah, PKK harus aktif berinovasi. Dicontohkan Novita seperti Program Dapur Cinta yang merupakan pengembangan dari Program Sareng Masak Bersama Bu Novita (SMS Bu Novita).
“Melalui dapur cinta kita mengirim makanan setiap hari saat makan siang. Ini kita menggerakkan para kader untuk menyasar kelompok itu. Yang terbaru akan kita launching Bulan November kita bekerjasama dengan warung menyediakan makanan kemudian kita distribusikan kepada mereka”, terangnya.
Peran lain PKK Trenggalek saat ini, yang sangat signifikan yaitu bagaimana PKK ikut berperan aktif dalam upaya mencegah perkawinan anak. Alasan mencegah perkawinan anak selain rahim anak belum siap melahirkan, perkawinan anak diyakini akan menciptakan kemiskinan baru.
Kenapa begitu, karena secara psikologis mereka belum siap, ekonomi juga belum matang sehingga kuat dugaan nantinya akan menjagi beban baru bagi orang tua mereka.
“Kita membangun komitmen semua lini di setiap desa melalaui Dasawisma untuk mencegah perkawinan anak. Tahun 2022 sampai 2024 stop perkawinan anak jadi program utama dan masih menjadi prioritas kami,” tambahnya.






