Ragamwarta.com – Tanaman porang merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman yang mempunyai nama latin Amorphophallus muelleri tersebut bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 1,5 meter.
Tanaman ini adalah penghasil umbi yang banyak tumbuh di hutan tropis. Secara fisiknya, tanaman ini tumbuh dengan batang bercorak belang hijau putih atau tangkai yang tunggal.
Porang atau coblok adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, Karena masih sekerabat dan mirip penampilannya dengan suweg dan walur. Sehingga sering kali kita dirancukan dengan kedua tanaman tersebut.
Selain menjadi pengganti nasi, porang di manfaatkan untuk pembuatan kosmetik, lem, serta bahan baku laboratorium kimia dan obat – obatan.
Porang dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif ( biji, katak). Bibit yang dipilih adalah dari umbi yang sehat. Bibit porang cukup ditanam sekali. Setelah bibit yang ditanam berumur 3 tahun, dapat dipanen selanjutnya dapat dipanen setiap tahunnya tanpa perlu penanaman kembali.
Dari bunga ini akan menghasil biji – bijian yang dapat digunakan sebagai benih/bibit. Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun.
Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.
Jarak tanam pada tanaman porang yakni 45 ×45 cm, untuk tanaman porang yang dipanen pada tahun kedua, panen ketiga menggunakan jarak tanam 60 x 60 cm sedangkan untuk bibit yang berukuran besar ditanam dengan jarak 90 x 90 cm.
Perlu di perhatikan, tanaman porang harus diolah menjadi tepung karena umbi mentahnya mengandung kalsium oksalat yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Pengolahan porang dilakukan dengan cara memproses umbi porang menjadi tepung porang. Dari tepung porang bisa digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai produk seperti, kerupuk, tahu, jelly, mie, sosis, dan beras porang.






