MUF ON, Cara Bupati Trenggalek Kenalkan Alam Melalui Transplantasi Terumbu Karang

Rabu, 5 Juni 2024 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Mochamad Nur tengah menyusun bakal kerangka karang yang nantinya ditenggelamkan di dasar pantai Mutiara.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur tengah menyusun bakal kerangka karang yang nantinya ditenggelamkan di dasar pantai Mutiara.

RagamWarta.com – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ajak 15 Finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2024 melakukan transplantasi terumbu karang di Pantai Mutiara, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

Melalui kegiatan Mutiara Underwater Festival and Conservation (MUF ON), 15 finalis POI diajak melakukan aksi menjaga llingkungan. Pesan untuk move on, kembali menjaga alam benar-benar digaungkan oleh Bupati Trenggalek.

“Sekarang banyak yang kehilangan nyawa karena krisis iklim yang parah bahkan mengakibatkan bencana alam, krisis pangan dan juga perebutan sumber energi yang memicu perang dan juga wabah,” ucap Arifin, Rabu (5/6/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Arifin, berbagai aksi kecil agar bisa menyelamatkan dunia dan juga Indonesia dari ancaman krisis iklim yang semakin ekstrem bisa diwujudkan dengan konversi unit carbon menjadi pendapatan daerah.

“Sekarang kita ingin menghitung berapa sih kemampuan serapan karbon yang ada di Kabupaten Trenggalek. Baik di kawasan kehutanan, pesisir, maupun ekosistem Kars karena juga termasuk bagian dari serapan karbon,” ujarnya.

Lantas, berapa emisi karbon dan emisi gas lain seperti gas metan yang dikeluarkan oleh transportasi, energi, industri, kemudian rumah tangga di Kabupaten Trenggalek. Hal itu nanti yang akan disusun langkah selanjutnya.

“Kalau dilihat dari kerangka awal sebelum kita survey secara mendetil, sebenarnya kita sudah Netsink. Artinya kalau net zero karbon itu emisi yang dilepas dan yang diserap itu seimbang,” ungkap Arifin.

“Di Kabupaten Trenggalek mampu melepas sekitar 3 juta karbon equivalent ton/tahun. Tetapi yang bisa kita serap itu sebanyak 27 juta karbon ton equivalent/ tahun,” tambah Wakil Ketua APKASI ini.

Secara hitung-hitungan kasar, serapan karbon di Trenggalek masih surplus. Sehingga hal ini yang nantinya akan dimonetisasi menjadi berkah untuk masyarakat dalam bentuk nilai jual karbon atau bentuk trading.

Sementara itu, pihaknya juga menjelaskan bahwa upaya tranplatasi terumbu karang beberapa tahun belakangan membuahkan hasil yang cukup signifikan. Dimana perkembangan taman bawah laut mulai terlihat.

“Kemarin saya dapat video under water dari teman-teman, sudah muncul Anemonnya. Terus kemudian saya lihat ada ikan-ikan nemo dan ikan lain yang sudah mulai bermunculan,” ungkapnya.

Dijelaskan Arifin, pantai Mutiara dipilih jadi objek transpalantasi terumbu karang karena wilayah ini dulunya jadi wilayah pengeboman ikan. Tak ayal, ekosistem bawah lautnya jadi rusak dan banyak terumbu karang yang mati.

“Kawasan ini dulu korban dari pengeboman. Di bom, apotas untuk mencari Lobster dan juga ikan hias yang diperjual belikan. Kalau diamati pantai di sini putihkan, itu serpihan karang mati yang terbawa arus,” jelasnya.

Sementara itu, Finalis POI asal Trenggalek yang bernama Laili Shoimatun Rohmah, menyebut MUF ON ini momentum yang sangat luar biasa dan sangat positif. Pihaknya berharap generasi muda sadar dan mau merawat alam disekitarnya.

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa, kembali merawat alam dan mengembangkan ekosistem seperti semula. Semoga generasi muda dapat melanjutkan kegiatan ini agar lingkungan jadi lebih baik,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Pesan Ibu Antar Fairuz Jadi Petani Melon Muda di Trenggalek
Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha
Uniknya Syarat Nikah di Sambirejo, Calon Pengantin Wajib Lepas Sepasang Burung
Membaca Buku Gratis di Trenggalek, Puluhan Buku Bisa Dinikmati Warga
6 dari 11 Atlet Judo Trenggalek Naik Podium di Kejuaraan Internasional
Turnamen Free Fire di Trenggalek Diikuti 24 Tim, Minat Esports Anak Muda Kian Meningkat
Jagung Rebus hingga Mandi Pagi, Begini Perawatan Sapi Kurban Presiden di Trenggalek
Rental PS di Trenggalek Jadi Motor Tumbuhnya Komunitas Tekken

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pesan Ibu Antar Fairuz Jadi Petani Melon Muda di Trenggalek

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha

Selasa, 22 September 2026 - 18:05 WIB

Uniknya Syarat Nikah di Sambirejo, Calon Pengantin Wajib Lepas Sepasang Burung

Minggu, 20 September 2026 - 17:44 WIB

Membaca Buku Gratis di Trenggalek, Puluhan Buku Bisa Dinikmati Warga

Senin, 15 Juni 2026 - 19:08 WIB

6 dari 11 Atlet Judo Trenggalek Naik Podium di Kejuaraan Internasional

Berita Terbaru