Nyadran Dam Bagong, Bupati Trenggalek : Syukur Datangkan Rezeki

Jumat, 7 Juni 2024 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek berusaha mengangkat kepala kerbau untuk dilarung ke Dam Bagong. (Foto : Prokopim Trenggalek)

Bupati Trenggalek berusaha mengangkat kepala kerbau untuk dilarung ke Dam Bagong. (Foto : Prokopim Trenggalek)

RagamWarta.com – Lestarikan tradisi turun-temurun, Pemerintah Kabupaten Trenggalek larung kepala kerbau putih. Sebelum dilarung, kerbau terlebih dahulu di kirab dari Desa Kerjo menuju Pendopo dan berakhir di Dam Bagong.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berkesempatan langsung melarung kepala, berikut kaki dan kulit kerbau yang dinamakan warga setempat Suryo Maeso Tunggo.

Uniknya, kepala, kaki dan kulit kerbau kemudian diperebutkan warga usai dilarung ke Dam Bagong. Tentu hal itu menjadikan sebuah tontonan tersendiri karena sulitnya mencari kepala kerbau di kedalaman Dam Bagong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai melarung kepala kerbau, Arifin tak lupa mengucapkan terima kasih pada seluruh masyarakat yang masih semangat melestarikan tradisi Nyadran Dam Bagong. Menurutnya hal seperti ini menjadi wujud syukur yang luar biasa.

“Terima kasih seluruh masyarakat Kelurahan Ngantru, Desa Kerjo, serta masyarakat yang menerima manfaat aliran sungai Dam Bagong. Kerbaunya memilih yang terbaik jadi syukurnya betul-betul syukur,” kata Arifin, Jumat (7/6/2024).

Arifin berharap dengan meriahnya prosesi adat Nyadran Dam Bagong bisa mendatangkan rezeki yang melimpah untuk masyarakat yang terlibat.

“Tadi dipimpin doa KH. Imam Rosyidi dan langsung diberikan hujan. Semoga hujannya ini, hujan berkah untuk para petani. Kelihatannya kaya kemarau, kering dan alhamdulillah hari ini diberi rintik hujan yang menenangkan hati,” harapnya.

Perlu diketahui, Nyadran Dam Bagong merupakan tradisi turun-temurun yang dipertahankan oleh masyarakat di Kelurahan Ngantru, Trenggalek.

Dam Bagong sendiri merupakan sebuah salah satu bendungan buatan leluhur tanah Trenggalek untuk mengaliri sawah para petani disekitar kota Trenggalek.

Setiap penanggalan Jawa, Bulan Selo masyarakat selalu menyisihkan sebagian uangnya untuk Nyadran Dam Bagong. Hal ini sebagai perwujudan rasa syukur karena bisa bercocok tanam karena sawahnya teraliri sungai Dam Bagong.

 

Berita Terkait

Lestarikan Warisan Leluhur lewat Jamasan Manuskrip Kuno
Nyadran Dam Bagong 2026, Mas Ipin: Semoga Diberi Rezeki Lumintu
Objek Diduga Cagar Budaya di Trenggalek Berinskripsi 1168 M Ditemukan Tak Sengaja Saat CFD
Tak Hanya Doa Bersama, Megengan di Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah Diisi Lomba Anak
Longkangan di Teluk Sumbreng Tambah Deretan Warisan Budaya Takbenda Asal Trenggalek
Pameran Jaranan Meriahkan Festival Jaranan Trenggalek 2025
Kirab Pusaka Trenggalek, Mas Ipin Jalan Kaki 3,5 Km Sambil Bagikan Sedekah
Mas Ipin Pimpin Jamasan Pusaka, Ritual Sakral Jelang Hari Jadi Trenggalek

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:13 WIB

Lestarikan Warisan Leluhur lewat Jamasan Manuskrip Kuno

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:01 WIB

Nyadran Dam Bagong 2026, Mas Ipin: Semoga Diberi Rezeki Lumintu

Jumat, 10 April 2026 - 18:08 WIB

Objek Diduga Cagar Budaya di Trenggalek Berinskripsi 1168 M Ditemukan Tak Sengaja Saat CFD

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:03 WIB

Tak Hanya Doa Bersama, Megengan di Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah Diisi Lomba Anak

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:06 WIB

Longkangan di Teluk Sumbreng Tambah Deretan Warisan Budaya Takbenda Asal Trenggalek

Berita Terbaru

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto saat dikonfirmasi awak media, Kamis (13/8/2026).

Berita

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:08 WIB