RagamWarta.com – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Provinsi Jawa Timur, Dyah Ayu Ermawati kini resmi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Trenggalek.
Pelantikannya dilakukan oleh Penjabat Gubernur Jawa Timur Andy Karyono, pada 24 September 2024 bersama 12 Penjabat (Pj) kepala daerah lainnya di Jawa Timur.
Penunjukan ini dilakukan sebagai langkah menjaga keberlanjutan pemerintahan selama masa kampanye Pilkada 2024. Yang mana Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara, sedang cuti.
Salah satu tugas utama yang diamanatkan kepada Dyah Ayu selama menjabat sebagai Pj Bupati Trenggalek adalah menjaga netralitas pemerintah daerah selama proses kampanye.
Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto menegaskan bahwa pentingnya hal ini dalam menjaga integritas Pilkada 2024.
“Pjs yang telah dilantik diharapkan bisa menjaga netralitas di daerah yang dipimpin, terutama selama masa kampanye Pilkada,” ujar Edy.
Selama masa kampanye yang berlangsung hingga 23 November 2024, bupati dan wakil bupati petahana dilarang menggunakan fasilitas negara.
Penjabat sementara bupati, seperti Dyah Ayu, dipilih untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik tanpa terpengaruh oleh dinamika politik pemilihan.
Penunjukan Dyah Ayu sebagai Pj Bupati Trenggalek telah melalui proses yang sesuai dengan peraturan. Gubernur Jawa Timur mengusulkan tiga nama kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang kemudian memutuskan siapa yang akan diangkat menjadi penjabat sementara.
Dyah Ayu berasal dari lingkup pejabat Pemprov Jawa Timur, yang memenuhi kriteria untuk memimpin daerah selama masa kampanye.
Selain netralitas, Dyah Ayu diharapkan mampu memastikan pelayanan publik di Trenggalek tetap berjalan lancar selama masa transisi ini.
Edy menegaskan bahwa kinerja pemerintahan dan pelayanan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama meskipun situasi politik sedang memanas.
“Dengan adanya Pjs ini, kami harap proses pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar selama dua bulan ke depan,” tambahnya.
Kehadiran Dyah Ayu sebagai Pj Bupati juga menjadi bagian dari dinamika politik Pilkada 2024, di mana beberapa kepala daerah di Jawa Timur harus menjalani cuti kampanye.
Proses ini menunjukkan betapa pentingnya regulasi yang menjamin pemerintahan tetap netral dan stabil, meskipun di tengah proses pemilihan kepala daerah yang kompetitif.






