RagamWarta.com – Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menginvasi Kabupaten Trenggalek. Hingga akhir Desember 2024, 79 dari 103 ekor sapi potong dilaporkan terjangkit PMK. Bahkan tiga ekor mati dan satu ekor lainnya harus dipotong paksa.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, menegaskan bahwa pencegahan penyebaran virus sangat bergantung pada kesadaran peternak.
“Virus PMK bisa menyebar melalui hewan, manusia, dan kendaraan yang terkontaminasi. Sanitasi kandang yang baik adalah kunci utama melindungi hewan ternak,” ujarnya, Kamis (2/1/2025).
Menurut Ririn, ada beberapa penyebab yang bisa memicu munculnya virus PMK. Seperti faktor cuaca, kondisi sapi yang baru melahirkan, serta tingginya mobilitas penjualan hewan ternak menjadi penyebab utama lonjakan kasus PMK.
“Kalau sudah ada satu ekor yang terjangkit, biasanya virus cepat menyebar ke kandang lain. Apalagi, sapi yang tampak sehat sebenarnya bisa membawa virus akibat kontak dengan ternak atau lingkungan yang terkontaminasi,” tambahnya.
Sesuai data yang dimiliki Dinas Peternakan Trenggalek, ada tiga kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang tengah diserang virus PMK. Yang pertama Kecamatan Tugu, Gandusari, dan Pogalan.
Untuk menekan penyebaran, Dinas Peternakan Trenggalek telah memberikan vitamin dan disinfektan secara gratis kepada peternak.
Namun, stok vaksin PMK saat ini telah habis, sehingga upaya pencegahan bergantung pada edukasi dan peningkatan praktik kebersihan.
“Edukasi kepada peternak menjadi prioritas kami saat ini. Pengobatan juga harus dilakukan secara konsisten agar sapi yang terjangkit bisa sembuh. Selain itu, kami juga menganjurkan peternak untuk mengkarantina sapi yang baru dibeli,” jelas Ririn.
Ia berharap tahun 2025 akan membawa tambahan stok vaksin dari pemerintah pusat. Sementara itu, peternak diimbau untuk memperketat protokol kebersihan demi melindungi populasi sapi yang tersisa.
Terakhir, Ririn juga menjelaskan gejala awal yang sering terlihat pada hewan ternak yang terjangkit PMK. Diantaranya adalah sariawan, leleran di hidung, demam tinggi, hingga luka pada kaki.
“Meskipun bisa sembuh, sapi yang pernah terkena PMK biasanya sulit untuk hamil, bahkan untuk jenis sapi perah bisa menurunkan produksi susunya,” pungkas Ririn Hari Setiani.






