Lonjakan Kasus DBD di Trenggalek, Bayi 6 Bulan Jadi Korban Termuda

Selasa, 7 Januari 2025 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Dana Sumanti, Sp.A tengah memeriksa kesehatan pasien yang menjalani rawat inap.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Dana Sumanti, Sp.A tengah memeriksa kesehatan pasien yang menjalani rawat inap.

RagamWarta.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi ancaman serius di Kabupaten Trenggalek, khususnya bagi kelompok usia balita (bawah lima tahun).

Berdasarkan data RSUD dr. Soedomo Trenggalek hingga Selasa (7/1/2025), tercatat ada 15 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tengah menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, ada yang masih berusia enam bulan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa bayi dan balita termasuk kelompok rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Dana Sumanti, Sp.A, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap fase kritis DBD.

“Demam berdarah itu yang mengkhawatirkan di hari sakit kelima. Biasanya, pada fase ini, pasien terlihat membaik, tetapi risiko komplikasi seperti penurunan trombosit justru meningkat,” jelas dr. Dana.

Kasus demam berdarah tahun ini menyebar menyebar di beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek. Ada tiga Kecamatan yang banyak terjangkit DBD.

“Untuk wilayah Kecamatan Trenggalek, Kelurahan Ngantru memiliki kasus terbanyak. Kemudian ada juga di Kecamatan Gandusari dan disusul Kecamatan Dongko,” lanjutnya.

Walaupun masih ada sejumlah pasien yang di rawat, salah satu Dokter Spesialis Anak ini menegaskan bahwa tren DBD pada awal tahun 2025 ini mengalami penurunan.

“Alhamdulillah trennya untuk hari ini sudah makin turun. Lonjakan tertinggi terjadi minggu pada lalu,” ungkapnya.

Selain kelompok balita, data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek menunjukkan bahwa usia produktif 15–44 tahun menjadi kelompok paling terdampak.

Yang mana kelompok usia tersebut menyumbang hampir separuh dari total kasus DBD sepanjang 2024.

Menurut Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, dr. Sunarto, lonjakan kasus ini tidak lepas dari siklus lima tahunan DBD serta rendahnya efektivitas Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Rendahnya PSN menjadi tantangan utama. Selain itu, musim hujan memicu peningkatan tempat perkembangbiakan nyamuk,” ujar dr. Sunarto.

Merujuk data yang dimiliki Dinkes PPKB Trenggalek, lonjakan kasus mencapai puncaknya pada akhir 2024, dengan total 948 kasus hingga awal Desember.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama di tahun 2023 yang hanya mencatat 129 kasus.

Untuk menekan penyebaran DBD, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan PSN, terutama di wilayah-wilayah dengan kasus tertinggi seperti Kelurahan Ngantru di Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Gandusari, dan Kecamatan Dongko.

Apalagi musim hujan yang masih berlangsung menjadi tantangan tambahan.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk segera membawa pasien dengan gejala DBD ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama jika memasuki hari kelima sakit, guna mencegah komplikasi serius.

 

Berita Terkait

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran
Patroli Gentong Polres Trenggalek Bergerak Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta

Selasa, 29 September 2026 - 16:13 WIB

Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan

Berita Terbaru