Lansia di Suruh Hanyut Terbawa Arus Sungai saat BAB, Gangguan Pendengaran Jadi Penyebabnya

Rabu, 8 Januari 2025 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat jenazah korban di bawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum menyeluruh.

Saat jenazah korban di bawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum menyeluruh.

RagamWarta.com – Tragedi memilukan menimpa Sunarsih (69), warga Dusun Krajan, Desa Suruh, Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek. Sunarsih ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus sungai yang meluap, Selasa (7/1/2025).

Insiden naas tersebut terjadi ketika korban tengah membuang hajat di sungai sekitar pukul 12.45 WIB. Korban tidak menyadari bahaya yang mengintai akibat luapan air yang tiba-tiba datang.

Dijelaskan Kapolsek Suruh, AKP Sanusi bahwa ada faktor gangguan pendengaran yang dialami korban. Ditambah lagi derasnya hujan yang mengguyur wilayah Suruh memicu luapan sungai yang begitu cepat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban diduga tidak mendengar tanda-tanda peringatan alam seperti gemuruh air yang biasanya terjadi saat banjir bandang. Hal ini memperburuk situasi dan membuat korban terseret arus deras,” jelas AKP Sanusi.

AKP Sanusi juga menerangkan jika peristiwa tragis ini baru terungkap setelah adik korban menyadari Sunarsih tidak kembali ke rumah dan memulai pencarian sekitar pukul 13.00 WIB di sekitar sungai.

“Pencarian keberadaan korban dilakukan oleh adiknya di pinggiran sungai. Namun korban tidak diketemukan dikarenakan arus sungai sangat deras pada saat itu,” ucapnya.

Penyisiran yang dilakukan adik korban tidak membuat hasil karena derasnya arus sungai. Baru sekitar pukul 13.30 WIB korban ditemukan oleh perangkat desa suruh dengan kondisi korban sudah hanyut terbawa arus sungai.

“Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan segera dibawa ke Puskesmas Suruh untuk dilakukan visum. Hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, dan pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah,” terangnya.

Belajar dari insiden ini seharusnya bisa dijadikan pengingat akan pentingnya kewaspadaan di daerah rawan banjir.  Terutama bagi warga lanjut usia maupun penyandang disabilitas.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di dekat sungai ketika cuaca buruk seperti saat ini,” pungkas AKP Sanusi.

 

Berita Terkait

Operasi Tumpas Narkoba di Trenggalek Berhasil Bongkar 9 Kasus, 12 Tersangka Diamankan
Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul
Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:02 WIB

Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:02 WIB

Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Berita Terbaru