RagamWarta.com – BPBD Trenggalek mulai suplai air bersih. Sedikitnya 16.000 liter air bersih dikirim ke warga terdampak kekeringan di empat desa di Kecamatan Panggul, Minggu (2/8/2026).
Bantuan air bersih dari Gubernur Jawa Timur tersebut disalurkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Admono, mengatakan bantuan tersebut didistribusikan ke Desa Nglebeng, Desa Banjar, Desa Ngrencak, dan Desa Panggul.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada hari ini, kami menyalurkan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan atau mengalami kekurangan air bersih di Kecamatan Panggul,” ujar Triadi.
Menurutnya, setiap desa mendapatkan satu tangki air bersih dengan kapasitas 4.000 liter. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai 16.000 liter.
“Bantuan air bersih ini berasal dari Ibu Gubernur Jawa Timur. Penyalurannya menggunakan kendaraan dari Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS,” katanya.
Triadi menjelaskan, air bersih yang didistribusikan ke wilayah terdampak terlebih dahulu diambil dari PDAM Trenggalek.
“Air bersih diambil dari PDAM. Setelah dilakukan pengisian, bantuan kemudian dibawa menuju empat desa yang menjadi sasaran penyaluran,” jelasnya.
Menjangkau 370 Kepala Keluarga
Bantuan air bersih menyasar sejumlah dusun yang mengalami kekurangan air bersih. Di Desa Nglebeng, bantuan disalurkan kepada warga Dusun Slorok, khususnya RT 08 dan RT 09 RW 03.
“Di Desa Nglebeng, bantuan air bersih diberikan kepada 202 kepala keluarga atau sebanyak 426 jiwa yang berada di Dusun Slorok,” ungkap Triadi.
Sementara di Desa Banjar, bantuan disalurkan kepada warga Dusun Mendung. Sebanyak 74 kepala keluarga atau 213 jiwa menerima manfaat dari bantuan tersebut.
“Di Desa Ngrencak, bantuan disalurkan kepada warga RT 16 RW 06, Dusun Kasian. Jumlah penerima sebanyak 57 kepala keluarga atau 163 jiwa,” jelas Triadi.
Adapun di Desa Panggul, bantuan diberikan kepada warga RT 21 RW 04, Dusun Madatan. Sebanyak 37 kepala keluarga atau 98 jiwa menerima bantuan air bersih.
Secara keseluruhan, bantuan air bersih tersebut menjangkau 370 kepala keluarga atau sekitar 900 jiwa di empat desa.
“Total bantuan yang disalurkan hari ini sebanyak 16.000 liter. Bantuan tersebut didistribusikan ke empat desa dengan masing-masing desa mendapatkan satu tangki air berkapasitas 4.000 liter,” terang Triadi.
Warga Diimbau Hemat Air dan Waspada Karhutla
Triadi mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
Menurutnya, masyarakat perlu menghemat pemakaian air agar kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi di tengah potensi kekeringan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian air bersih. Apalagi selama musim kemarau, sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan air,” katanya.
Selain kekeringan, musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah muncul dan cepat meluas.
“Selain mewaspadai kekeringan, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Jangan melakukan pembakaran sembarangan, terutama membakar sampah atau serasah di sekitar kawasan hutan dan lahan,” tegas Triadi.
Ia juga meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran saat kondisi lingkungan kering.
“Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Jika melakukan pembakaran, pastikan api benar-benar sudah padam sebelum meninggalkan lokasi,” ujarnya.
Triadi menambahkan, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan kejadian kekeringan maupun titik api di wilayahnya.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Apabila terjadi kekurangan air bersih atau ditemukan adanya kebakaran, segera sampaikan informasi kepada pemerintah desa, kecamatan, atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.






