RagamWarta.com – Aliansi Rakyat Trenggalek (ART) nampaknya tidak hanya pandai beretorika dalam melawan ekspansi bisnis tambang emas di Kabupaten Trenggalek.
Namun belakangan ini mereka justru aktif menggalang aksi nyata, salah satunya adalah gerakan penghijauan. Sedikitnya ada 1.000 bibit tanaman buah dibagikan pada masyarakat di dua kecamatan.
Gerakan ini diklaim tidak hanya menjadi bentuk simbolis perlawanan terhadap pertambangan, tetapi juga langkah konkret menuju ketahanan ekonomi hijau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bibit yang dibagikan, seperti durian dan alpukat, dipilih karena memiliki nilai ekonomi jangka panjang serta mampu menjaga keseimbangan ekologi wilayah yang terancam dampak eksploitasi tambang.
Menurut Ketua GP Ansor Trenggalek, Muh. Izzudin Zakki yang juga tergabung dalam ART, aksi ini bukan sekadar menolak tambang emas. Akan tetapi lebih membangun kesadaran masyarakat bahwa pelestarian lingkungan bisa menjadi investasi masa depan.
“Agenda kita adalah menebar kebaikan dengan memberikan bibit tanaman sekaligus mencegah kerusakan alam. Tambang emas tidak cocok di Kabupaten Trenggalek,” ujar Gus Zakki, Minggu (2/2/2025).
Pada aksi awal ini menyasar dua titik strategis, yang pertama Desa Sumberbening di Kecamatan Dongko dan kedua di kawasan pendakian Gunung Semungklung di Kecamatan Pule.
“Kami mendapat kabar bahwa akan ada eksplorasi yang melewati titik-titik ini. Maka, edukasi kepada masyarakat harus diperkuat,” tambahnya.
ART dan GP Ansor Trenggalek menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal perlawanan terhadap bisnis ekstraktif. Gerakan membagikan bibit tanaman akan diperluas ke wilayah lain yang berisiko terdampak.
“Menanam bukan hanya tentang perlawanan, tetapi juga tentang keberlanjutan. Kami ingin memastikan bahwa generasi mendatang tetap bisa menikmati hasil bumi Trenggalek yang lestari,” pungkasnya.






