RagamWarta.com – Upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek nampaknya tak sekadar slogan belaka.
Tradisi pemberian bibit tanaman dalam berbagai momen penting, termasuk pelantikan kepala daerah seakan menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Trenggalek terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan Syah Muhamad Nata Negara, Kamis (20/2/2025), kembali menunjukkan konsistensi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alih-alih menerima karangan bunga, ucapan selamat dari berbagai pihak datang dalam bentuk bibit pohon.
Tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun ini sejalan dengan visi Trenggalek menuju daerah yang lebih hijau dan ramah lingkungan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremoni.
“Pemberian bibit pohon adalah bagian dari langkah konkret mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Trenggalek 2025-2045, yang menargetkan pencapaian net zero karbon,” ujarnya.
Beragam jenis bibit diserahkan pada pelantikan tersebut, didominasi pohon buah seperti kelengkeng, alpukat, dan black sapote. Triadi menegaskan bahwa tidak ada batasan jenis bibit selama tanaman tersebut bermanfaat bagi lingkungan.
“Kami mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian alam melalui penanaman pohon yang juga memiliki nilai ekonomis,” tambahnya.
Tradisi ini tak hanya hadir dalam momen pelantikan kepala daerah. Trenggalek juga rutin melaksanakan gerakan serupa pada peringatan hari jadi kabupaten dan Hari Kemerdekaan RI.
“Ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan yang terus kami gaungkan,” kata Triadi.
Sebagai warga Trenggalek, Triadi berharap kepemimpinan Bupati Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Muhamad Nata Negara di periode kedua ini semakin memperkuat kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat tanpa mengesampingkan aspek lingkungan.
“Kami berharap pemimpin daerah tetap amanah dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat, sesuai arahan Presiden,” tutupnya.
Tradisi unik ini menjadi contoh inspiratif bagaimana momentum seremonial dapat diubah menjadi aksi nyata yang memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.






