RagamWarta.com – Tradisi arak-arakan tumpeng dalam rangka perayaan Lebaran Ketupat atau Kupatan di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek tahun 1446 H/2025 ini resmi ditiadakan.
Kepala Desa Durenan, Imam Syafi’i mengatakan bahwa karena adanya efisiensi anggaran dan musyawarah bersama antara panitia perayaan Lebaran Ketupat akhirnya disepakati arak-arakan tumpeng ditiadakan.
“Dengan pertimbangan efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu, maka perayaan arak-arakan Lebaran Ketupat tahun ini ditiadakan,” ujar Imam Syafi’i dikutip dari Tribun Mataraman, Minggu (6/4/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipyun ditiadakan, Imam memastikan bahwa inti dari perayaan Lebaran Ketupat yaitu tradisi silaturahmi ke tokoh agama, pondok pesantren, dan sanak saudara tetap berlangsung seperti biasa.
“Sebenarnya, silaturahmi warga ke ndalem (rumah) kiai dan para gus di pondok pesantren itulah yang menjadi kegiatan paling sakral,” tambahnya.
Sementara tradisi menyajikan ketupat gratis di rumah-rumah warga juga tetap ada, meski disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Sebagai pengganti, rumah tokoh masyarakat dan tokoh agama menyediakan dalam jumlah lebih banyak. Imam Syafi’i, misalnya, menyediakan sekitar 250 porsi ketupat untuk para tamu.
“Kalau di ndalem pondok, biasanya lebih banyak lagi karena tamunya juga lebih banyak,” ujar Imam saat dikonfirmasi.
Terakhir Imam juga bercerita bahwa arak-arakan tumpeng ketupat raksasa untuk memperingati Lebaran Ketupat di Durenan telah berlangsung sejak tahun 2009. Tradisi ini sempat terhenti saat pandemi Covid-19.






