RagamWarta.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Trenggalek mulai membahas rencana penyertaan modal baru sebesar Rp13 miliar ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jwalita.
Pembahasan awal dilakukan dalam rapat kerja yang digelar pada Senin (26/5/2025) yang dipimpin langsung oleh Mugianto. Kali ini Mugianto didapuk sebagai Ketua Pansus.
Dalam rapat perdana ini, Pansus klarifikasi beberapa poin dalam rencana bisnis yang disampaikan Bagian Perekonomian Setda Trenggalek dan direksi BPR Jwalita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rencana ini akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang ditargetkan rampung tahun ini.
“Kami mengklarifikasi beberapa hal, termasuk capaian dividen yang disetor ke PAD selama penyertaan sebelumnya,” ujar Mugianto.
Ia menyebut, penyertaan modal untuk lima tahun mendatang masih dalam tahap kajian. Pansus belum memutuskan apakah durasinya tetap lima tahun atau dipersingkat satu hingga dua tahun.
“Penyertaan jangka panjang harus dievaluasi agar fungsi pengawasan DPRD tidak terganggu,” tegasnya.
Mugianto mengapresiasi kinerja BPR Jwalita yang dinilai cukup baik. Setoran dividen ke PAD konsisten di atas Rp1 miliar per tahun, dengan capaian tertinggi Rp1,4 miliar pada tahun 2024.
“Kalau kinerjanya terus membaik, penyertaan bisa saja ditambah. Tapi tetap harus ada evaluasi rutin tiap tahun,” tambahnya.
Saat ini, pemkab memiliki 36 persen saham di BPR Jwalita, hasil dari penyertaan sekitar Rp20 miliar selama 20 tahun terakhir. Jika penambahan Rp13 miliar disetujui, kepemilikan saham akan meningkat menjadi sekitar 61 persen.
Pansus juga menyoroti peran BPR dalam mendukung UMKM. Evaluasi terhadap jumlah debitur serta suku bunga pinjaman akan menjadi fokus pembahasan selanjutnya.
“Kalau suku bunganya bisa ditekan, ini bisa jadi terobosan untuk membantu pelaku usaha kecil di Trenggalek,” tutup politisi yang berangkat dari partai berlogo mobil Mercy itu.






