RagamWarta.com – Tak ingin ada korban jiwa lagi, Pemkab Trenggalek kini tengah menyiapkan langkah relokasi bagi warga Desa Depok yang terdampak bencana tanah longsor pada Senin (19/5/2025) lalu.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan bahwa terdapat 71 kepala keluarga (KK) yang masuk prioritas relokasi. Selain karena terdampak langsung, beberapa di antaranya tinggal di zona rawan longsor.
“Untuk Depok, tanah sudah diusulkan oleh kepala desa. Pemprov juga sudah menyanggupi, seperti kasus-kasus sebelumnya,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Ipin, usai rapat koordinasi di Gedung Bawarasa, Senin (2/6/2025).
Menurut Gus Ipin, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama. Setelah itu baru pertimbangan lokasi yang sesuai dengan pekerjaan korban sebelum mendapatkan relokasi.
“Warga pasti memprioritaskan keselamatan. Yang penting lokasi relokasinya tidak terlalu jauh dari tempat mereka mencari nafkah,” imbuhnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Trenggalek bersama pihak desa masih meninjau kelayakan lahan yang diusulkan.
“Sama seperti kasus di Ngrandu, titik yang diajukan desa kemiringannya masih lebih dari 30–45%. Kalau mau cut and fill, biayanya justru lebih mahal dari bangun rumah baru. Maka kita minta lahannya betul-betul aman dan optimal secara anggaran,” terang Gus Ipin.
Selain relokasi, sejumlah kebutuhan mendesak warga juga menjadi perhatian, seperti ketersediaan air bersih.
Selain itu ada juga patroli malam untuk mengantisipasi longsor susulan. Patroli dinilai penting karena warga masih beraktivitas di sekitar rumah mereka.
Kepala Desa Depok, Sugeng Asmoro membenarkan rencana relokasi tersebut. Menurutnya, saat ini ada satu titik lahan yang sedang diajukan untuk ditelaah lebih lanjut oleh Badan Geologi.
“Sampai sekarang datanya ada sekitar 71 KK. Lima belas di antaranya punya lahan sendiri, sedangkan 57 lainnya akan mengikuti program pemerintah,” jelas Sugeng.
Ia menambahkan, warga yang direlokasi umumnya sudah pasrah dan bersedia pindah demi keselamatan.
“Sekarang saja kalau hujan turun, mereka sudah ketakutan dan memilih mengungsi. Jadi memang tidak ada pilihan lain,” pungkasnya.






