Empat Tahun Konsisten, Trenggalek Kembali Boyong Penghargaan Proklim

Senin, 1 Desember 2025 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima penghargaan sebagai Pembina Program Kampung Iklim (Proklim). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq di Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (1/12/2025).

Saat Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima penghargaan sebagai Pembina Program Kampung Iklim (Proklim). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq di Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (1/12/2025).

RagamWarta.com – Komitmen Kabupaten Trenggalek dalam keaktifan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim lagi-lagi mendapatkan pengakuan nasional.

Untuk keempat kalinya, Pemkab Trenggalek menerima penghargaan sebagai Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersamaan dengan tiga desa yang juga meraih predikat Proklim Utama dan Lestari.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri LHK Dr. Hanif Faisol Nurofiq kepada Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (1/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prestasi beruntun ini semakin menegaskan posisi Trenggalek sebagai salah satu daerah dengan komitmen paling konsisten dalam pembangunan berwawasan lingkungan.

Tahun ini, tiga desa di Trenggalek turut mendapatkan apresiasi dari Kementerian LHK. Desa Gemaharjo Kecamatan Watulimo dan Desa Karanganyar Kecamatan Pule menerima penghargaan Proklim Utama, sementara Desa Gading Kecamatan Tugu memperoleh penghargaan Proklim Lestari.

Pencapaian tersebut dianggap sebagai bukti bahwa kebijakan lingkungan yang dicanangkan oleh Bupati Trenggalek berjalan berlapis hingga level akar rumput.

“Terima kasih, semoga desa-desa semakin semangat untuk memitigasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujar Mas Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek usai menerima penghargaan.

Mas Ipin juga menyoroti adanya perubahan konsep Proklim yang kini direposisi dari kampung iklim menjadi komunitas untuk iklim.

Perubahan ini memberikan ruang lebih luas bagi berbagai kelompok masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengendalian dampak perubahan iklim khususnya yang terjadi di Trenggalek.

“Konsep Proklim dari kementerian sekarang mulai direposisi, tidak lagi kampung iklim tetapi komunitas untuk iklim sehingga tidak hanya skalanya desa,” tuturnya.

Untuk mendukung konsep tersebut, Pemkab Trenggalek ikut menurunkan kebijakan Adipura Desa menjadi Adipura RT guna memperkuat gerakan lingkungan hingga tingkat komunitas.

“Harapannya komunitas-komunitas semakin bergerak, kemudian komunitas di lingkup sekolah dan sebagainya,” imbuhnya.

Mas Ipin juga mengungkapkan rencana peluncuran program pengolahan sampah berbasis sekolah sebagai bagian dari upaya mengantisipasi bencana akibat perubahan iklim.

“Kita ingin mulai pengolahan sampah dari tingkat sekolah, nanti akan kita launching, jadi semoga semua ini nanti bisa menghindarkan kita dari bencana akibat perubahan iklim,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Muktamar ke-35 NU Usai, Emil-Ipin Harap Kepengurusan Baru Kembali Guyub
Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Muktamar ke-35 NU Usai, Emil-Ipin Harap Kepengurusan Baru Kembali Guyub

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Berita Terbaru