RagamWarta.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ajak ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Trenggalek untuk ikuti bedah buku Reset Indonesia di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek.
Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin menekankan bahwa bedah buku Reset Indonesia di Trenggalek ini bukan dimaksudkan untuk mengkritik kebijakan pemerintah pusat, melainkan mendorong ASN melakukan refleksi diri.
“Kalau ingin melihat Indonesia yang lebih baik, perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Pemerintah, termasuk ASN, memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan di Trenggalek,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam diskusi bedah buku Reset Indonesia, Mas Ipin menyoroti tiga hal penting. Pertama, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ekonomi dan ekologi di Trenggalek.
“Saya paling setuju dengan gagasan buku mengenai bagaimana ekonomi yang baik harus selaras dengan ekologi. Itu juga menjadi fokus utama kami di Trenggalek,” kata Bupati.
Kedua, ASN diajak untuk mengkritisi diri sendiri dan saling membuka wawasan agar kinerja dan pelayanan publik dapat terus ditingkatkan. Ketiga, ia mendorong penguatan kapasitas fiskal daerah dengan prinsip ekonomi kerakyatan yang tetap ramah lingkungan.
“Semua yang kita peroleh harus dikembalikan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, termasuk melalui pelayanan air bersih dan investasi untuk kepentingan publik,” tambahnya.
Bupati Trenggalek juga menegaskan pengelolaan hutan di daerahnya tetap memperhatikan keberlanjutan.
“Trenggalek masih memiliki hutan produksi, terutama sengon, serta hutan rakyat. Fungsi hutan lindung dan hutan negara tetap kami prioritaskan untuk menanam tanaman ekonomis yang tidak memerlukan penebangan,” jelasnya.
Meski fiskal daerah terbatas, Mas Ipin mendorong ASN untuk terus berinovasi.
“Kondisi fiskal kami memang paling kecil di Jawa Timur, tapi itu tidak menghalangi kita untuk membawa perubahan,” ujarnya.
Terakhir, Bupati Trenggalek kembali ingatkan pentingnya introspeksi diri. Menurutnya, orang yang tidak mampu mengkritik dirinya sendiri sulit untuk maju.
“Buku ini sangat saya rekomendasikan bagi siapa pun yang memegang amanah, agar terus mencari alternatif yang lebih adil untuk rakyat dan generasi berikutnya,” pungkas Mas Ipin.
Sekilas tentang Buku Reset Indonesia di Trenggalek

Buku Reset Indonesia adalah karya kolaboratif empat jurnalis lintas generasi (Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, Benaya Harobu) yang merangkum perjalanan investigasi selama 15 tahun.
Buku ini mengupas persoalan struktural Indonesia dari pinggiran, menyoroti kegagalan sistemik, ketidakadilan, isu lingkungan, politik, hingga masalah sosial (seperti sulitnya milenial/Gen Z memiliki rumah).
Tidak hanya itu, buku ini juga menawarkan solusi atau gagasan untuk “reset” atau membangun Indonesia yang lebih adil dan berpihak pada warganya, bukan sekadar laporan perjalanan tetapi seruan berpikir ulang.






