RagamWarta.com – Jumlah kunjungan destinasi wisata Trenggalek tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau disingkat Disparbud Trenggalek menunjukkan, penurunan terjadi baik pada sektor destinasi wisata maupun perhotelan.
Kepala Bidang Pemasaran atau Promosi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi menyampaikan bahwa pada tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata tercatat sebanyak 900.437 orang.
Sementara wisatawan yang menginap di hotel mencapai 55.292 orang, sehingga total pergerakan wisatawan sepanjang 2025 berada di angka 955.729 orang.
“Jika dibanding tahun 2024, memang ada penurunan. Pada 2024, kunjungan destinasi wisata mencapai 1.054.191 orang dan wisatawan hotel sebanyak 62.276 orang, dengan total pergerakan wisatawan 1.116.467 orang,” kata Bambang saat dikonfirmasi awak media, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, jika dihitung secara keseluruhan, penurunan pergerakan wisatawan di Trenggalek pada tahun 2025 mencapai sekitar 160.738 orang atau setara 14 persen dibandingkan tahun lalu.
Menurut Bambang, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi menurunnya kunjungan wisata di Trenggalek sepanjang 2025. Pertama adalah anomali iklim dan cuaca yang terjadi hampir sepanjang tahun.
“Musim penghujan di Trenggalek tahun 2025 ini berlangsung hampir sepanjang tahun. Kondisi cuaca seperti ini sangat berpengaruh terhadap pergerakan wisatawan, terutama wisata pantai,” ujarnya.
Faktor kedua adalah beroperasinya Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Tulungagung dan Blitar. Kehadiran jalur tersebut membuka akses ke banyak destinasi wisata baru yang saat ini tengah ramai dikunjungi wisatawan.
“Destinasi di sepanjang JLS Tulungagung–Blitar saat ini masih tergolong baru dan ramai di media sosial. Itu cukup banyak menyedot wisatawan yang sebelumnya berkunjung ke destinasi wisata yang sudah ada,” jelas Bambang.
Selain itu, persaingan antar daerah dalam menghadirkan destinasi wisata juga menjadi faktor lain.
Bambang menyebut, banyak daerah saat ini berlomba-lomba membuka destinasi baru terutama yang dikelola pihak swasta atau investor.
“Di daerah lain banyak muncul destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda. Sementara di Trenggalek, destinasi baru pertumbuhannya belum terlalu tinggi dan masih didominasi wisata pantai,” katanya.
Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa wisata pantai masih menjadi tulang punggung pariwisata Trenggalek.
Sejumlah pantai seperti Pantai Mutiara dan Pantai Pasir Putih Karanggongso tetap mencatat angka kunjungan tertinggi sepanjang tahun 2025.
Disparbud Trenggalek optimistis, dengan perbaikan cuaca, penguatan promosi, serta peningkatan kualitas destinasi, kunjungan wisata ke Trenggalek ke depan dapat kembali meningkat.
“Kami berharap setelah euforia destinasi baru di daerah lain mereda, wisatawan kembali memilih destinasi yang sudah mapan dan memiliki daya tarik alam yang kuat seperti di Trenggalek,” pungkasnya.






