RagamWarta.com – SD Muhammadiyah 1 Trenggalek atau yang biasa dikenal dengan sebutan SD Inovatif memutuskan untuk menolak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama puasa Ramadhan.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa sebab, menurut Kepala SD Muhammadiyah 1 Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi bahwa keputusan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam melatih siswa menjalankan ibadah puasa.
Bahkan keputusan ini telah disampaikan kepada bagian dapur sekitar dua minggu lalu. Menurutnya, penghentian MBG selama Ramadan bertujuan mendukung pembiasaan puasa bagi anak-anak tanpa godaan makanan di sekolah.
“Sekitar dua minggu yang lalu saya sudah menyampaikan ke bagian dapur bahwa MBG selama Ramadhan dihentikan dulu. Karena kami ingin melatih anak-anak untuk berpuasa,” ujar Ikhsan saat dikonfirmasi awak media, Kamis (19/2/2026).
Ia menegaskan, pembiasaan puasa merupakan proses yang juga didukung oleh orang tua di rumah. Anak-anak dilatih bangun sahur, makan sahur, kemudian menjalankan puasa meski masih dalam tahap belajar.
“Saya yakin orang tua juga melatih dari sahur, bangun pagi, makan sahur, lalu puasa. Meskipun mungkin masih latihan sampai beduk, tidak masalah. Yang penting ada proses pembiasaan,” jelasnya.
Menurut Ikhsan, keberadaan makanan di sekolah saat Ramadan berpotensi menjadi godaan bagi siswa yang sedang belajar menahan diri.
“Kalau tetap ada MBG saat Ramadan, itu bisa mengganggu. Adanya makanan tentu berbeda dengan hari biasa. Saat puasa, makanan bisa menjadi godaan. Bisa saja akhirnya dimakan sebelum waktunya. Itu yang menjadi keyakinan kami,” tegasnya.
Terkait penyampaian kebijakan tersebut, ia mengakui belum ada pemberitahuan resmi secara tertulis kepada seluruh wali murid.
Namun, informasi mengenai penghentian MBG selama Ramadhan sudah disampaikan secara lisan kepada sebagian orang tua siswa.
“Secara resmi memang belum kami sampaikan ke seluruh wali murid, tapi secara lisan sudah kami informasikan bahwa selama Ramadhan tidak ada MBG,” katanya.
Kebijakan di SD Inovatif Trenggalek ini ditegaskan hanya berlaku selama Ramadan. Setelah bulan puasa berakhir, kegiatan sekolah akan kembali berjalan normal seperti biasa.
“Setelah Ramadan, kami berjalan normal kembali. Kalau nanti masih ada MBG, kami siap menjalankan. Kalau tidak pun juga tidak apa-apa,” pungkasnya.






