RagamWarta.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Peternakan dan Perikanan mulai mengintensifkan upaya penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Upaya vaksinasi PMK Trenggalek dimulai dari vaksinasi massal selama 40 hari ke depan menggunakan 12.000 dosis vaksin yang diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Trenggalek, Ririn Hari Setiani mengatakan vaksinasi mulai diterapkan sejak hari ini dengan menerjunkan tujuh tim ke lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan vaksinasi dijadwalkan berlangsung setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, dan tetap berjalan meski memasuki bulan puasa.
“Untuk penanggulangan PMK, kami tetap melakukan pengobatan apabila ada laporan kasus. Sedangkan untuk pencegahan, minggu kemarin kami menerima dropping vaksin dari provinsi sebanyak 12.000 dosis.
Mulai hari ini sudah kami aplikasikan dengan tujuh tim yang turun selama 40 hari ke depan,” kata Ririn Hari Setiani.
Kasus PMK di Trenggalek Cenderung Menurun
Ririn Hari Setiani menjelaskan, perkembangan PMK di Trenggalek saat ini terpantau relatif terkendali.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, tidak ditemukan hewan ternak yang sakit di Pasar Hewan, dan secara umum jumlah laporan kasus juga mengalami penurunan.
“Kalau di Pasar Hewan tidak ada yang sakit. Laporan kasus juga menurun. Biasanya di awal tahun, seperti awal 2025 kemarin, kasus cenderung naik karena saat itu belum ada vaksin. Alhamdulillah sekarang tidak banyak laporannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, hingga wawancara terakhir dilakukan, belum ada indikasi kenaikan kasus PMK di Kabupaten Trenggalek.
Sasaran Vaksinasi Sapi dan Kambing
Vaksinasi PMK tahap pertama ini menyasar seluruh sapi dan kambing milik peternak. Namun demikian, Dinas Peternakan masih menghadapi tantangan berupa penolakan vaksinasi dari sebagian peternak, sebagaimana yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Sasarannya semua sapi dan kambing. Kami berharap peternak mau, karena memang masih ada penolakan vaksin di beberapa tahun terakhir,” jelas Ririn Hari Setiani.
Untuk tahap awal, sebanyak 12.000 dosis vaksin ditargetkan habis digunakan sebelum pengambilan vaksin tahap berikutnya.
Pemerintah daerah juga berencana kembali mengambil vaksin tambahan pada akhir Maret, meski jumlah pastinya masih menunggu informasi resmi dari pemerintah provinsi.
“Nanti akhir Maret rencananya kami ambil lagi, tapi jumlahnya belum ada informasi dari provinsi. Yang jelas, 12.000 dosis ini harus habis terlebih dahulu sebelum pengambilan berikutnya,” tambahnya.
Pasar Hewan Tidak Jadi Sasaran Vaksinasi
Terkait lokasi vaksinasi, pasar hewan tidak menjadi sasaran karena aktivitas jual beli ternak dinilai menyulitkan pelaksanaan vaksinasi. Selain itu, jumlah populasi ternak di Trenggalek saat ini disebut masih lebih besar dibandingkan ketersediaan dosis vaksin yang ada.
“Kalau pasar hewan tidak kami vaksin karena di sana ada aktivitas jual beli. Populasi ternak juga memang lebih banyak dibandingkan jumlah dosis yang tersedia saat ini,” pungkas Ririn Hari Setiani.






