RagamWarta.com – Peringati Hari Lahir Pancasila, Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Edy Soepriyanto ajak seluruh pegawai Sekretariat Daerah (Setda) upacara bendera di halaman kantor, Senin (2/6/2024).
Bertindak sebagai pembina upacara, Edy Soepriyanto ingatkan Hari Lahir Pancasila tidak hanya momen mengenang sejarah, namun ajang meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Pancasila bukan hanya dokumen historis atau teks normatif, melainkan jiwa bangsa, pandangan hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Edy.
Ia menyebut, Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia yang mampu mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda.

“Yang berbeda dalam ideologi bangsa ini, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu dari sila pertama hingga sila kelima,” imbuhnya.
Edy juga menyoroti pentingnya memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Menurutnya, kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah.
“Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral juga berisiko tinggi,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.
“Pendidikan harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter, dan kuat dalam integritas moral,” jelas Sekda Trenggalek.
Dalam pemerintahan, nilai Pancasila harus tercermin dalam pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program pembangunan harus mengutamakan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam sila kelima harus menjadi orientasi utama pembangunan. UMKM dan koperasi harus diberdayakan agar tak ada warga yang tertinggal,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai etika, toleransi, dan saling menghargai dalam ruang digital.
“Dunia maya bukanlah ruang bebas tanpa batas. Kita perlu membangun kesadaran kolektif bahwa etika dan nilai Pancasila harus tetap hadir di sana,” pungkas Edy Soepriyanto.






